Pencarian

Jokowi Safari Politik ke Bandung dan Bekasi, Pengamat Sebut Elektabilitas PSI Masih 2,3 Persen

Minggu, 27 September 2026 • 09:31:01 WIB
Jokowi Safari Politik ke Bandung dan Bekasi, Pengamat Sebut Elektabilitas PSI Masih 2,3 Persen
Presiden Jokowi menghadiri Rakorda PSI Kota Bandung sebagai bagian dari konsolidasi partai di Jawa Barat.

BANDUNG — Konsolidasi PSI di Jawa Barat berlanjut dengan kehadiran Jokowi di Rakorda PSI Kota Bandung. Dalam forum itu, Jokowi memberi arahan kepada kader partai berlambang gajah tersebut dan menegaskan statusnya sebagai kader PSI. Agenda berlanjut ke Bekasi keesokan harinya.

Jamiluddin menilai pemilihan Bandung dan Bekasi bukan tanpa alasan. Dua wilayah itu dianggap punya arti penting bagi PSI untuk menjaga sekaligus memperluas basis pemilih. "Jokowi mengunjungi dua lokasi itu tentunya punya tujuan politik tertentu, khususnya target masuk Senayan pada Pileg 2029," jelasnya.

Bandung Modal 4 Kursi DPRD yang Ingin Dipertahankan

Bandung menjadi salah satu wilayah dengan catatan penting bagi PSI. Pada Pileg 2024, PSI memperoleh empat kursi DPRD Kota Bandung dari total 50 kursi. Data KPU Kota Bandung menetapkan capaian itu, meningkat dari tiga kursi pada periode sebelumnya.

"Di kota ini PSI setidaknya sukses mengamankan 4 kursi di DPRD Kota Bandung, meningkat dari 3 kursi pada periode sebelumnya," tutur eks Dekan FIKOM IISIP itu.

Menurut Jamiluddin, capaian tersebut menjadi modal yang ingin dipertahankan sekaligus dikembangkan menjelang Pemilu 2029. "Karena itu, melalui safari politik Jokowi, diharapkan perolehan suara itu tidak hanya dipertahankan tapi juga dapat dilipatgandakan pada Pileg 2029," ujarnya.

Bekasi dinilai punya arti serupa karena wilayah perkotaan itu menjadi salah satu kantong suara partai. "Di wilayah perkotaan seperti Kota Bekasi juga menyumbang suara signifikan bagi PSI," jelas Jamiluddin.

Elektabilitas 2,3 Persen di Bawah Perolehan Pileg 2024

Efektivitas safari politik Jokowi terhadap elektoral PSI belum bisa langsung disimpulkan. Jamiluddin menilai kehadiran Jokowi berpotensi jadi daya tarik, tapi dampaknya terhadap angka elektabilitas masih harus dibuktikan.

"Bagi PSI, Jokowi sosok yang punya daya tarik dan kredibel dalam menjaga dan meningkatkan elektoral partai," ujarnya. "Karena itu, Jokowi dinilai endorsement yang efektif untuk menarik massa ke PSI."

Keyakinan itu masih perlu diuji. Hasil survei terbaru Poltracking Indonesia menunjukkan elektabilitas PSI berada di angka 2,3 persen. Survei yang dilakukan pada 14-20 Agustus 2026 terhadap 1.220 responden itu menempatkan PSI pada posisi 2,3 persen dalam simulasi 18 partai politik.

Angka tersebut berada di bawah perolehan suara PSI pada Pemilu 2024 yang mencapai 2,81 persen. "Elektabilitas PSI ini justru turun bila dibandingkan dengan perolehan suara PSI pada Pileg 2024 yang mencapai 2,81 persen," jelas Jamiluddin.

Setelah Lampung dan NTT, Elektoral PSI Dinilai Belum Berubah

Jamiluddin menilai safari politik Jokowi yang sudah dilakukan sebelumnya belum menunjukkan perubahan elektoral PSI sebagaimana yang diharapkan. "Jadi, safari politik Jokowi hingga saat ini belum dapat meningkatkan elektoral PSI," tuturnya.

Ia memperkirakan dampak safari Jokowi di Bandung dan Bekasi masih percuma sehingga belum akan langsung terlihat pada elektabilitas PSI. Meski demikian, apakah kunjungan tersebut mampu mengubah peta dukungan masih harus dilihat melalui survei-survei berikutnya.

"Keyakinan PSI itu memang masih perlu diuji. Namun, setelah Jokowi safari politik ke Lampung dan Nusa Tenggara Timur, elektoral PSI tetap rendah," sebut Jamiluddin.

Follow bumipasundan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: owrite.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks