2 Tanggul Irigasi di Karawang Jebol dalam Sepekan, Puluhan Hektare Sawah Terancam Banjir

Penulis: Jefri Siahaan  •  Minggu, 10 Mei 2026 | 18:21:01 WIB
Tanggul irigasi di Desa Amansari Rengasdengklok jebol akibat debit air tinggi, Jumat (08/05/2026).

KARAWANG — Ancaman banjir akibat jebolnya tanggul irigasi menghantui warga di dua kecamatan berbeda di Kabupaten Karawang dalam sepekan terakhir. Kerusakan infrastruktur ini tidak hanya mengancam keselamatan pemukiman, tetapi juga membuat puluhan hektare sawah di wilayah lumbung padi tersebut terancam gagal tanam atau puso.

Aksi Cepat Tanggap di Desa Amansari Rengasdengklok

Insiden terbaru terjadi di Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok pada Jumat (08/05/2026). Debit air yang meningkat drastis membuat struktur tanggul tidak mampu menahan beban hingga akhirnya jebol dan meluap ke arah rumah warga.

Guna mengantisipasi dampak yang lebih luas, tim gabungan dari Linmas, Babinsa, dan warga setempat langsung turun ke lokasi. Bersama petugas PJT II Rengasdengklok, mereka memasang ratusan karung tanah (sandbag) dan cerucuk bambu sebagai tanggul sementara. Langkah ini diambil untuk memastikan luapan air tidak merendam area pemukiman yang berada di dataran rendah.

Puluhan Hektare Sawah di Tempuran Terendam Luapan Air

Beberapa hari sebelum kejadian di Rengasdengklok, kerusakan serupa juga melanda Dusun Kalenjaya, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tempuran. Tanggul penahan tanah di lokasi tersebut ambrol pada awal Mei 2026, yang mengakibatkan air irigasi meluap deras ke areal persawahan warga.

Kondisi ini menjadi pukulan berat bagi petani setempat. Sedikitnya puluhan hektare tanaman padi yang baru berusia sekitar satu bulan kini terendam banjir dan berpotensi mati. Para petani di Desa Sumberjaya dibayangi kerugian materiil hingga puluhan juta rupiah. Saat ini, warga berupaya melakukan perbaikan darurat secara swadaya menggunakan material seadanya untuk membendung aliran air.

Mendesak Perbaikan Permanen Infrastruktur yang Rapuh

Rentetan jebolnya tanggul dalam waktu singkat ini mempertegas rapuhnya kondisi infrastruktur irigasi di Karawang. Sebelumnya, pada awal tahun ini, tanggul Kalimalang di wilayah Telukjambe Barat juga sempat mengalami kerusakan serupa akibat faktor usia konstruksi yang sudah melampaui batas teknis penggunaan.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Karawang dan instansi terkait segera melakukan penguatan tanggul secara permanen di titik-titik rawan. Mengingat curah hujan dan debit air yang sering tidak menentu, perbaikan darurat menggunakan karung tanah dianggap tidak cukup kuat untuk menahan beban air dalam jangka panjang.

Reporter: Jefri Siahaan
Sumber: media3.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top