SUMEDANG — Wakil Menteri Agama Republik Indonesia sekaligus Ketua Pembina Fahmi Ummi, Romo R. Muhammad Syafi’i, turut hadir langsung dalam acara tersebut. Ia mengingatkan bahwa organisasi ini lahir dari gagasan untuk menjadikan perempuan sebagai subjek, bukan objek, dalam politik, ekonomi, hukum, dan pendidikan.
“Di sana lahir gagasan untuk membentuk rumah besar bagi seluruh organisasi perempuan dengan tujuan kaum perempuan tidak lagi menjadi objek,” ujarnya di hadapan para tokoh perempuan dan tamu undangan dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menekankan bahwa pelantikan ini memiliki bobot lebih dari sekadar pergantian kepengurusan. Menurutnya, amanah yang diemban menyangkut tiga hal sekaligus: keluarga, generasi, dan umat.
“Pelantikan ini adalah amanah untuk keluarga, amanah untuk menjaga generasi dan amanah untuk menjaga umat,” kata Dony dalam sambutannya.
Dony menambahkan, organisasi perempuan seperti Fahmi Ummi memiliki potensi besar jika digerakkan dengan ilmu pengetahuan, hati, dan akhlak. Ia optimistis dampaknya tidak hanya dirasakan internal organisasi, tapi juga masyarakat luas.
“Karena jika kaum perempuan sudah bergerak dengan ilmu pengetahuan, dengan hati, akhlak dan keikhlasan, maka yang dibangun bukan hanya sebuah komunitas, tetapi sebuah peradaban,” tegasnya.
Bupati mendorong pengurus Fahmi Ummi Jawa Barat untuk segera melakukan konsolidasi hingga ke tingkat desa dan kecamatan. Menurutnya, kaderisasi berkelanjutan menjadi kunci agar organisasi ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Teruskan konsolidasinya sampai tingkat desa dan kecamatan. Lakukan kaderisasi dan mobilisasi sehingga keberadaan Fahmi Ummi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ucapnya.
Dony berharap Fahmi Ummi bisa menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun keluarga sakinah. Ia menyebut penguatan pendidikan karakter dan akhlak serta pemberdayaan perempuan sebagai agenda prioritas yang bisa dikerjakan bersama.
“Fahmi Ummi diharapkan menjadi pusat penguatan pendidikan karakter dan akhlak, penguatan perempuan, serta mampu berkolaborasi dengan pemerintah untuk mewujudkan generasi yang berkualitas, cerdas dan berdaya saing,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Agama Romo R. Muhammad Syafi’i menegaskan bahwa Fahmi Ummi tidak bergerak dalam bidang dakwah secara sempit. Organisasi ini, kata dia, ingin berdakwah dalam seluruh bidang kehidupan karena kehidupan dan dakwah tidak bisa dipisahkan.
Fahmi Ummi pertama kali didirikan pada tahun 2019 di Provinsi Sumatera Utara. Pendiriannya melibatkan berbagai organisasi perempuan yang sepakat membentuk rumah besar untuk memperkuat kontribusi perempuan di berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.