20 Trofi, 6 Gelar Premier League, dan Rekor 100 Poin: Mengapa Pep Guardiola Disebut Sudah Waktunya Tinggalkan Manchester City

Penulis: Jefri Siahaan  •  Rabu, 20 Mei 2026 | 12:55:05 WIB
Pep Guardiola merayakan gelar Premier League keempat berturut-turut bersama Manchester City.

BANDUNG — Rentetan prestasi Pep Guardiola di Manchester City nyaris sempurna. Pada musim 2025-2026, ia hanya butuh satu kemenangan lagi untuk mengamankan gelar Premier League keempat berturut-turut, namun hasil imbang tandang 1-1 melawan Bournemouth mengubah segalanya. Jarak poin yang semula dua angka melebar menjadi empat, membuat sisa satu pertandingan tak lagi berarti.

Kegagalan itu memicu pertanyaan besar di kalangan pengamat dan suporter: apakah ini saat yang tepat bagi Guardiola untuk pergi? Unggahan di laman SATUJABAR menyebut, "Pep sudah lebih dari cukup menjadi pelatih City. Mungkin saatnya pergi saat di puncak adalah kata yang tepat."

Dominasi yang Tak Tertandingi: 20 Trofi dalam Satu Dekade

Sejak tiba di Etihad Stadium pada 2016, Guardiola mengubah Manchester City dari sekadar tim kaya menjadi mesin trofi. Hingga musim 2025/2026, ia telah mempersembahkan 20 gelar. Di kompetisi domestik, ia meraih enam Premier League (2017/2018, 2018/2019, 2020/2021, 2021/2022, 2022/2023, 2023/2024), termasuk rekor sebagai tim pertama yang menjuarai liga empat musim beruntun.

Piala FA direbut tiga kali (2018/2019, 2022/2023, 2025/2026), sementara Piala Liga atau Carabao Cup lima kali (2017/2018 hingga 2020/2021 dan 2025/2026). Tiga trofi Community Shield juga ia koleksi pada 2018, 2019, dan 2024.

Rekor 100 Poin dan Treble Winner: Capaian yang Sulit Terulang

Guardiola juga mencatatkan rekor spesial. Pada musim 2017/2018, ia membawa City menjadi satu-satunya tim dalam sejarah Premier League yang meraih 100 poin dalam satu musim, julukan "Centurions". Lalu pada 2022/2023, ia menyamai rekor Manchester United dengan memenangkan treble: Premier League, Piala FA, dan Liga Champions—trofi Si Kuping Besar pertama sepanjang sejarah klub.

Di Eropa, Guardiola menambahkan satu gelar UEFA Super Cup pada 2023 dan satu Piala Dunia Antarklub pada tahun yang sama. Di musim 2025/2026, ia kembali mencatat sejarah domestik baru dengan mengawinkan Carabao Cup dan Piala FA untuk kedua kalinya (sebelumnya musim 2018/2019).

Akankah Pep Pergi Setelah Musim Ini?

Spekulasi kepergian Guardiola bukan tanpa alasan. Kalimat "dulu di Manchester yang ada hanya 'Merah', tapi sejak ada Pep, Manchester semakin membiru" menggambarkan transformasi besar yang ia ciptakan. Namun, kegagalan di ujung musim 2025-2026 menjadi pengingat bahwa tak ada kekuasaan yang abadi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Guardiola atau manajemen City terkait masa depannya. Yang jelas, jika ia benar-benar pergi, ia meninggalkan warisan berupa 20 trofi, rekor 100 poin, dan status sebagai pelatih paling sukses dalam sejarah klub.

Reporter: Jefri Siahaan
Sumber: satujabar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top