JAWA BARAT — Kepastian Arsenal sebagai juara Premier League untuk pertama kalinya dalam 22 tahun tercipta setelah Man City hanya bermain imbang 1-1 melawan Bournemouth, Selasa (13/5) malam. Hasil itu langsung memicu spekulasi soal masa depan Guardiola di Etihad Stadium — akankah ini akhir dari era dominasi City?
Kronologi: Saat Guardiola Buka Suara soal Masa Depan
Usai laga di Vitality Stadium, Guardiola langsung dihadapkan pada pertanyaan tentang kemungkinan perpisahannya dengan City. Dalam konferensi pers, ia membantah akan memberikan jawaban di muka umum.
"Orang pertama yang harus saya ajak bicara adalah ketua klub. Kami memutuskan saat musim berakhir, kami akan lihat dan bicarakan. Sesederhana itu," ujar Guardiola, dikutip dari pernyataan resminya.
Pelatih berusia 55 tahun itu menambahkan, "Saya adalah pria paling bahagia di planet ini bisa berada di klub ini. Klub ini sungguh luar biasa."
Proses: Bagaimana Keputusan Itu Diambil?
Guardiola menegaskan tidak akan mengumumkan apa pun selama kompetisi masih berjalan. "Dari pengalaman saya, ketika Anda mengumumkan di tengah kompetisi, hasilnya buruk," katanya.
Ia juga menekankan akan berbicara dengan pemain dan staf setelah musim usai. City masih memiliki satu laga Premier League melawan Aston Villa di akhir pekan — laga yang bisa menjadi partai terakhir Guardiola di pinggir lapangan Etihad.
Pencapaian: 19 Trofi dalam 10 Tahun
Sejak mengambil alih City pada 2016, Guardiola telah mengoleksi 17 trofi utama — atau 20 trofi di semua kompetisi. Termasuk enam gelar Premier League, satu Liga Champions (2023), dan tiga Piala FA.
Ia juga menjadi manajer pertama dalam sejarah sepak bola Inggris yang memenangkan empat gelar liga papan atas secara beruntun. Rekor 100 poin pada musim 2018 juga masih melekat namanya.
Saat ditanya apakah masa baktinya di City bisa disebut sebagai era terhebat, Guardiola menjawab santai: "Ya, tentu saja. 19 gelar dalam 10 tahun lumayan. Mereka tahu tidak perlu menunggu saya pergi untuk menikmati ini."
Apa yang Terjadi Selanjutnya?
Jika Guardiola benar-benar pergi, City harus mencari pengganti yang tak kalah besar. Nama Enzo Maresca, mantan asisten Guardiola yang kini tersedia setelah berpisah dengan Chelsea di tengah musim, disebut-sebut sebagai kandidat utama.
Maresca membawa Chelsea juara Conference League dan Piala Dunia Antarklub, meski hubungannya dengan petinggi klub memburuk. Namun, ia bukan satu-satunya nama. Vincent Kompany — legenda City yang kini menukangi Bayern Munich — juga masuk dalam pertimbangan.
Di luar rencana klub, Guardiola diperkirakan akan mengambil jeda dari sepak bola — seperti yang ia lakukan antara periode di Camp Nou dan Bayern Munich pada 2012-2013. Bayangan 115 tuduhan pelanggaran aturan finansial Premier League yang masih menggantung sejak 2023 juga ikut membayangi kepergiannya.