BANDUNG — Persib Bandung kembali mengukuhkan diri sebagai kampiun Super League 2026 usai mengoleksi 79 poin, sama dengan Borneo FC, namun unggul dalam aturan head-to-head. Kepastian itu didapat setelah laga pamungkas melawan Persijap berakhir imbang.
Di balik raihan gelar tersebut, pelatih Persib Bojan Hodak mengakui bahwa musim ini menjadi tantangan terbesar baginya. Ia menilai persaingan juara musim ini paling berat dibanding dua musim sebelumnya.
Penyebab utama kesulitan itu, menurut Bojan, adalah perubahan signifikan di dalam skuad. Tim harus mengganti lima pemain inti pada awal musim, yang berdampak langsung pada konsistensi permainan.
“Tahun ini mungkin salah satu musim tersulit bagi kami karena harus mengganti lima pemain di dalam tim utama,” kata Bojan di Bandung, Sabtu.
Proses adaptasi antarpemain baru dan lama memakan waktu hingga pertengahan musim. Hal itu membuat performa Persib sempat naik-turun dan tekanan persaingan terasa sangat ketat.
Bojan membandingkan situasi musim ini dengan dua musim sebelumnya, di mana komposisi pemain relatif sama. Stabilitas tim saat itu membuat koordinasi di lapangan berjalan lebih konsisten di setiap pertandingan.
“Dua musim sebelumnya komposisi tim hampir sama, jadi musim ini lebih sulit, kami sangat beruntung,” lanjutnya.
Meski demikian, Pelatih asal Kroasia itu menegaskan timnya tetap mampu menjaga fokus dan menunjukkan mental juara. Ia menyebut kerja keras dan konsistensi menjadi kunci melewati segala kesulitan.
“Bagaimanapun, kami berhasil melewati semua kesulitan itu dan tetap bisa bersaing hingga akhir,” kata Bojan.
Gelar juara ini menjadi bukti bahwa Persib mampu beradaptasi di tengah tekanan. Bojan Hodak pun memastikan timnya akan terus mengevaluasi diri untuk mempertahankan konsistensi di musim-musim mendatang.