JAWA BARAT — Indocement dan SUN Energy resmi menjalin kerja sama untuk membangun PLTS berkapasitas besar di pabrik Indocement. Proyek ini menjadi yang terbesar di industri semen tanah air dan menandai langkah konkret transisi energi di sektor manufaktur.
PLTS tersebut akan dibangun di atas area operasional Indocement. Kapasitas pembangkit listrik tenaga surya ini dirancang untuk mensubstitusi sebagian kebutuhan listrik pabrik yang selama ini bergantung pada energi fosil.
Dari proyek ini, Indocement menargetkan pengurangan emisi karbon sebesar 85.000 ton per tahun. Angka tersebut setara dengan dampak positif terhadap kualitas udara di sekitar kawasan industri dan mendukung target net zero emission nasional.
Penggunaan PLTS juga dinilai mampu menekan biaya operasional jangka panjang. Meski investasi awal cukup besar, efisiensi energi dari panel surya diperkirakan akan terasa dalam beberapa tahun ke depan.
SUN Energy bertindak sebagai mitra pengembang teknologi surya untuk proyek ini. Perusahaan tersebut memiliki pengalaman dalam membangun PLTS di berbagai sektor industri di Indonesia.
Indocement sendiri merupakan salah satu produsen semen terbesar di Tanah Air dengan pabrik utama di Jawa Barat. Langkah ini menjadi bagian dari peta jalan perusahaan menuju operasional yang lebih ramah lingkungan.
Industri semen dikenal sebagai salah satu penyumbang emisi karbon terbesar karena proses produksinya yang membutuhkan energi panas tinggi. Selama ini, sebagian besar listrik dan panas pabrik berasal dari batu bara.
Namun, tekanan regulasi dan pasar global mendorong perusahaan semen mulai mencari alternatif. PLTS dianggap solusi paling matang untuk mengurangi emisi dari sisi kelistrikan, meski tidak bisa menggantikan seluruh kebutuhan energi pabrik.
Proyek ini dijadwalkan beroperasi secara bertahap. Belum ada keterangan resmi mengenai nilai investasi dan jadwal rampung pembangunan PLTS tersebut.