JAWA BARAT — Megawati membuka percakapan dengan cerita personal yang jarang terungkap: keikutsertaannya dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Gerakan Non-Blok (GNB) di Beograd, Yugoslavia, pada 1-6 September 1961. Saat itu, putri Proklamator RI ini baru berusia 14 tahun dan duduk sebagai bagian dari delegasi Indonesia yang berinteraksi langsung dengan para tokoh pendiri GNB, termasuk PM Nehru.
Dalam pertemuan itu, Megawati memperlihatkan dua foto lama kepada Dubes Chakravorty. Foto pertama menunjukkan momen PM Nehru bercengkerama dengan Presiden Soekarno di Istana Merdeka, Jakarta, 8 Juni 1950—di dalamnya tampak Guntur Soekarnoputra yang sedang bermain sepeda sambil membonceng Megawati. Foto kedua adalah potret dirinya saat mengikuti KTT Non-Blok di Beograd.
"Saya saat itu memakai kebaya," kata Megawati sambil tersenyum mengenang momen di ibu kota Yugoslavia tersebut. Dubes Chakravorty mengaku pernah melihat foto serupa dipajang di Museum Nehru, New Delhi. Ia juga mengingat pertemuannya dengan Megawati di Korea Utara pada 2011 dan di Gala Dinner KTT G20 Bali tahun 2022.
Pembahasan kemudian beralih pada fondasi diplomatik yang diletakkan kedua pendiri bangsa. Megawati menjelaskan bahwa lokasi Kedutaan Besar India di Jakarta merupakan lokasi yang dipilih langsung oleh Presiden Soekarno. Sebagai balasan, PM Nehru mencarikan tempat bagi Kedutaan Besar Indonesia di New Delhi yang berdekatan dengan kediaman pribadinya.
"Hubungan baik kedua negara sampai saat ini terjalin dan dibangun oleh kedua Bapak Bangsa, Presiden Soekarno dan PM Nehru," ujar Dubes Chakravorty mengamini pernyataan Megawati. Dubes India yang telah bertugas lebih dari tiga tahun di Indonesia itu secara resmi mengundang Megawati untuk kembali berkunjung ke India.
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto yang mendampingi Megawati dalam pertemuan tersebut mengungkapkan bahwa diskusi tidak hanya bersifat seremonial. Kedua pihak membahas isu geopolitik global dan upaya meningkatkan kualitas demokrasi di masing-masing negara.
"Tadi dalam pertemuan tersebut juga dibahas hal-hal strategis terkait geopolitik dan bagaimana meningkatkan kualitas demokrasi serta hubungan kedua negara," kata Hasto.
Megawati didampingi oleh sejumlah petinggi PDIP, antara lain Ketua DPP Ahmad Basarah, Deddy Yevri Hanteru Sitorus, dan Direktur Hubungan Luar Negeri Hanjaya Setiawan. Sebagai penutup, Dubes India memberikan cenderamata berupa miniatur Taj Mahal, sementara Megawati memberikan miniatur kapal Phinisi dan kemeja tenun endek khas Indonesia.