Pengelolaan Sampah WTE di Bogor Diklaim Lebih Bersih dari TPA, Target Emisi Nol Mulai Digodok

Penulis: Mardian Syah  •  Selasa, 26 Mei 2026 | 18:39:25 WIB
Fasilitas Waste to Energy (WTE) di Bogor dirancang untuk mengurangi volume sampah hingga 90 persen.

BOGOR — Program pengolahan sampah berbasis teknologi Waste to Energy (WTE) terus digodok dan disebut bakal lebih bersih dari TPA. Klaim ini mengemuka seiring target ambisius pemerintah daerah untuk mencapai emisi nol atau zero emission dari sektor pengelolaan limbah.

Berbeda dengan TPA yang menghasilkan gas metana dari tumpukan sampah organik, teknologi WTE disebut mampu menekan emisi secara signifikan. Proses pembakaran sampah pada suhu tinggi tidak hanya mengurangi volume sampah hingga 90 persen, tetapi juga menghasilkan listrik yang bisa digunakan untuk kebutuhan publik.

Bagaimana Teknologi WTE Bekerja?

Secara teknis, sampah yang masuk ke fasilitas WTE akan dibakar di dalam tungku bersuhu di atas 800 derajat Celsius. Panas dari pembakaran digunakan untuk memutar turbin yang menghasilkan listrik. Abu sisa pembakaran pun masih bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku campuran aspal atau batako.

Dengan sistem ini, tidak ada lagi limbah yang dibiarkan membusuk di lahan terbuka seperti di TPA. Gas buang yang dihasilkan pun melewati filter ketat sehingga polusi udara disebut lebih terkendali.

Target Nol Emisi dari Sektor Sampah

Pemkot Bogor menargetkan proyek WTE ini menjadi salah satu pilar utama dalam rencana aksi daerah penurunan emisi gas rumah kaca. Jika berjalan sesuai rencana, pengelolaan sampah di kota tersebut tidak lagi menjadi sumber pencemaran udara dan air tanah.

Selain manfaat lingkungan, program ini juga diharapkan mengurangi ketergantungan pada lahan TPA yang semakin terbatas. Di banyak kota besar, TPA sudah kelebihan kapasitas dan menimbulkan masalah bau serta pencemaran bagi warga sekitar.

Tahapan Penggodokan yang Masih Berjalan

Hingga saat ini, kajian teknis dan studi kelayakan masih terus dimatangkan. Pemerintah daerah juga menjajaki kerja sama dengan pihak ketiga yang memiliki pengalaman dalam proyek serupa di dalam dan luar negeri.

Belum ada kepastian kapan pembangunan fisik fasilitas WTE dimulai. Namun, jika semua tahapan rampung, Bogor bisa menjadi salah satu kota percontohan pengelolaan sampah modern di Jawa Barat.

Yang jelas, perbandingan dengan TPA konvensional menjadi poin utama dalam sosialisasi program ini. Pemerintah ingin warga tidak khawatir dengan keberadaan pabrik pengolah sampah di dekat pemukiman, karena emisi dan dampak lingkungan disebut jauh lebih kecil.

Reporter: Mardian Syah
Sumber: radarbogor.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top