KOTA BOGOR — Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan terus memperkuat layanan ramah anak di Perpustakaan Kota Bogor. Langkah ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program Kota Layak Anak yang tengah digencarkan pemkot.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bogor, Ade Surya, mengatakan bahwa fasilitas yang disediakan tidak hanya berupa ruang baca anak, tetapi juga perpustakaan keliling yang menjangkau hingga ke tingkat kelurahan. "Kami juga menyediakan pojok baca di ruang bermain anak agar mereka bisa membaca sambil bermain," ujarnya dalam keterangan resmi, pekan lalu.
Dua layanan utama yang menjadi andalan adalah perpustakaan keliling dan pojok baca. Perpustakaan keliling dijadwalkan rutin mengunjungi 12 titik di wilayah Kota Bogor setiap bulannya. Sementara itu, pojok baca ditempatkan di taman kota dan pusat bermain anak di tiga kecamatan.
Menurut Ade, koleksi buku di perpustakaan keliling sengaja dipilih yang bergambar dan berwarna-warni untuk menarik perhatian anak-anak. "Kami bekerjasama dengan komunitas pegiat literasi untuk memilih buku yang sesuai usia," tambahnya.
Pemkot menargetkan minimal 500 anak usia 4–12 tahun aktif mengakses layanan perpustakaan setiap bulannya. Data dari Dinas Perpustakaan menunjukkan bahwa dalam tiga bulan terakhir, angka kunjungan anak ke perpustakaan meningkat 15 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
"Kami optimistis dengan penambahan fasilitas ini, minat baca anak-anak di Bogor akan semakin tinggi," kata Ade.
Selain dari anggaran daerah, pengadaan buku dan fasilitas juga didukung oleh donasi dari perusahaan swasta dan komunitas pegiat literasi. Sebanyak 200 buku baru sumbangan dari salah satu perusahaan ritel telah ditambahkan ke koleksi pojok baca. Pemkot juga membuka peluang bagi warga yang ingin menyumbangkan buku bekas layak pakai.
Ke depan, Dinas Perpustakaan berencana menggelar lomba bercerita dan dongeng setiap bulan di perpustakaan kota. Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi agenda rutin yang dinanti anak-anak dan orang tua.