Diagram yang diunggah di Reddit itu menunjukkan betapa rumitnya jaringan pemasok di balik satu chip AI kelas atas. Meski diagram tersebut spesifik untuk Nvidia H200, sebagian besar rantai pasoknya identik dengan yang digunakan untuk memproduksi kartu grafis konsumen, termasuk lini GeForce RTX 50-series terbaru.
GPU pada kartu grafis RTX 50-series difabrikasi dan dikemas oleh TSMC, pabrik semikonduktor asal Taiwan. Sementara itu, memori GDDR7 yang menjadi tulang punggung kartu-kartu tersebut dipasok oleh tiga raksasa memori: Samsung, SK hynix, dan Micron. Pengecualian terjadi pada RTX 5050 yang masih menggunakan GDDR6, namun pemasoknya tetap sama.
Diagram Sankey ini, bagaimanapun, hanya mencakup satu chip. Untuk satu kartu grafis utuh, rantai pasok akan jauh lebih kompleks: produsen papan sirkuit cetak (PCB), komponen elektronik seperti resistor dan kapasitor, soket video, hingga sistem pendingin. Semua itu memiliki titik rawan masing-masing.
Jacob Ridley, jurnalis PC Gamer yang menulis analisis ini, mengingatkan bahwa pabrik seperti Asus, MSI, atau Gigabyte tidak menyimpan stok komponen dalam jumlah besar. Ridley sendiri pernah mengunjungi pabrik motherboard MSI dan melihat langsung betapa tipisnya buffer yang mereka miliki. Artinya, jika satu pemasok gagal memenuhi permintaan, produksi di pabrik perakitan bisa langsung tersendat.
Saat ini memang tidak ada kekurangan pasokan kartu grafis di rak-rak toko. Tapi masalahnya ada di sisi lain: harga.
Ridley secara eksplisit menyebut keputusan Samsung, SK hynix, dan Micron untuk menaikkan harga jual memori GDDR7 sebagai penyebab utama mahalnya kartu grafis saat ini. Jika pemasok kunci TSMC melakukan hal serupa, situasinya akan semakin parah karena akan menaikkan biaya produksi GPU yang harus dibayar Nvidia.
Tidak perlu ditebak kepada siapa kenaikan biaya itu akan dibebankan: konsumen. Di Indonesia, dampaknya sudah terasa dengan harga kartu grafis entry-level sekalipun yang kini sulit dijangkau gamer biasa.
Ridley menutup analisisnya dengan nada sinis: ketika segelintir perusahaan teknologi melempar miliaran dolar ke proyek AI yang kadang tidak masuk akal, rantai pasok komponen jadi kacau. Akibatnya, harga komponen yang seharusnya terjangkau melambung, dan dunia PC gaming yang harus menanggung risikonya.
Diagram rantai pasok ini, pada akhirnya, bukan sekadar visualisasi teknis. Ia adalah peta kerentanan yang menjelaskan mengapa harga kartu grafis — dari RTX 5070 Ti hingga RTX 5090 — terus berada di level yang menyakitkan kantong. Dan selama permintaan chip AI meledak, tekanan itu tak akan mereda dalam waktu dekat.