Bentrokan Pelajar di Dramaga Bogor Tewaskan Remaja 16 Tahun, Polisi Tangkap Satu Tersangka Usai Sebulan Penyelidikan

Penulis: Khoirul Anwar  •  Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:02:12 WIB
Polisi mengamankan tersangka bentrokan pelajar di Dramaga, Bogor yang menyebabkan satu remaja tewas.

BOGOR — Seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun kehilangan nyawa usai terlibat bentrokan antarpelajar di Dramaga, Kabupaten Bogor. Peristiwa itu terjadi sekitar satu bulan lalu, namun baru terungkap setelah polisi menangkap satu orang tersangka. Satreskrim Polres Bogor menetapkan seorang pria dewasa sebagai pelaku setelah melalui proses penyelidikan yang berlangsung hampir sebulan penuh.

Kronologi: Bentrokan Berujung Maut

Bentrokan terjadi di kawasan Dramaga yang dikenal sebagai titik rawan tawuran pelajar. Saat itu, dua kelompok pelajar terlibat aksi saling serang di jalan raya. Dalam situasi kacau, korban yang masih berusia 16 tahun terkena serangan dan akhirnya tewas di tempat.

Polisi yang tiba di lokasi langsung mengamankan barang bukti dan memeriksa sejumlah saksi mata. Namun, proses identifikasi pelaku berjalan lambat karena banyak saksi yang enggan memberikan keterangan secara terbuka. Butuh waktu hampir sebulan bagi tim penyidik untuk mengumpulkan bukti yang cukup.

Proses Penangkapan: Polisi Bergerak Setelah Bukti Terkumpul

Kapolres Bogor melalui Kasatreskrim menyebut bahwa penangkapan dilakukan setelah pihaknya mendapatkan alat bukti yang kuat. Tersangka diamankan di rumahnya tanpa perlawanan. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang diduga digunakan saat bentrokan.

“Kami mengamankan satu tersangka berinisial R, warga Kecamatan Dramaga. Ia diduga terlibat langsung dalam aksi yang menyebabkan korban meninggal,” ujar Kasatreskrim Polres Bogor dalam keterangan resmi, Senin (17/3/2025).

Apa Langkah Polisi Selanjutnya?

Tersangka kini ditahan di Mapolres Bogor untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam bentrokan tersebut. Pihak kepolisian juga mengimbau para orang tua dan pihak sekolah untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anak di luar jam pelajaran.

“Kami tidak akan berhenti sampai semua pelaku yang terlibat dalam peristiwa ini diproses hukum. Ini menjadi peringatan keras bagi pelajar yang masih sering terlibat tawuran,” tambah Kasatreskrim.

Kasus ini menjadi catatan kelam bagi dunia pendidikan di Kabupaten Bogor. Bentrokan antarpelajar di Dramoga bukan kali pertama terjadi, namun kali ini memakan korban jiwa. Polisi berjanji akan meningkatkan patroli di titik-titik rawan tawuran untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Reporter: Khoirul Anwar
Sumber: radarbogor.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top