KOTA BOGOR — Dua belas siswa SMAN 5 Kota Bogor akan mewakili sekolahnya dalam ajang simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau Model United Nations (MUN) di Singapura. Mereka terpilih melalui proses seleksi internal yang menilai kemampuan debat, analisis isu internasional, dan penguasaan bahasa Inggris.
Model United Nations merupakan simulasi diplomatik di mana peserta berperan sebagai delegasi negara anggota PBB. Mereka berdiskusi, bernegosiasi, dan merumuskan solusi atas isu-isu global seperti perubahan iklim, konflik bersenjata, hingga krisis kemanusiaan.
Bagi siswa SMAN 5 Kota Bogor, ajang ini menjadi ajang uji coba langsung menerapkan teori diplomasi yang dipelajari di kelas. "Ini bukan sekadar lomba, tapi latihan nyata bagaimana menyelesaikan masalah dunia," ujar salah satu guru pendamping.
Para delegasi tidak dipilih secara acak. Sekolah menggelar serangkaian tes yang mencakup wawancara, simulasi sidang singkat, dan penulisan position paper. Kemampuan public speaking dan analisis data menjadi penilaian utama.
Setiap siswa harus mampu menyampaikan argumen dengan data pendukung yang kuat, serta merespons sanggahan dari delegasi lain secara cepat dan terukur. Proses ini memakan waktu dua pekan sebelum nama dua belas delegasi diumumkan.
Selama ajang berlangsung, para siswa akan bergabung dengan ribuan peserta dari berbagai negara. Mereka duduk di komite-komite yang membahas isu spesifik, mulai dari keamanan siber hingga hak pengungsi.
Setiap delegasi wajib menyusun resolusi bersama dengan negara lain, melakukan lobi, dan voting. Hasil akhir berupa dokumen resolusi yang akan dipresentasikan dalam sidang pleno. Pengalaman ini diharapkan membentuk pola pikir kritis dan kemampuan negosiasi yang berguna di jenjang pendidikan tinggi.
Keikutsertaan SMAN 5 Kota Bogor dalam ajang internasional ini menjadi contoh bagi sekolah lain di Jawa Barat. Pihak sekolah berencana menjadikan MUN sebagai program tahunan, tidak hanya untuk siswa kelas unggulan tetapi juga terbuka bagi siapa pun yang berminat.
Dengan pengalaman ini, para delegasi diharapkan mampu membawa wawasan global ke lingkungan sekolah. Mereka akan diminta membagikan pengalaman dalam forum diskusi dan klub debat setelah kembali dari Singapura.