BOGOR — Kekayaan kuliner Kota Bogor tak lekang oleh waktu. Beberapa hidangan bahkan telah eksis puluhan tahun dan menjadi identitas yang melekat dengan julukan Kota Hujan. Bagi wisatawan yang baru pertama kali berkunjung, tujuh kuliner berikut ini wajib masuk daftar buruan.
Laksa Bogor menjadi salah satu primadona yang selalu diburu. Berbeda dengan laksa dari daerah lain, hidangan ini menggunakan oncom hitam sebagai ciri khas utamanya.
Kuahnya yang gurih berasal dari campuran santan dan rempah-rempah pilihan. Isiannya lengkap: bihun, tauge, telur rebus, dan potongan daging ayam. Beberapa warung legendaris menyajikannya sejak pagi dan kerap habis sebelum siang.
Doclang adalah sajian lontong atau ketupat yang disiram bumbu kacang kental, lalu ditaburi tahu goreng dan kerupuk. Sepintas mirip ketoprak, tapi cita rasanya berbeda karena penggunaan kecap manis dan sambal yang khas.
Kuliner ini mulai sulit ditemukan di luar Bogor. Di kota asalnya pun, jumlah penjual doclang kian berkurang, menjadikannya perburuan tersendiri bagi wisatawan kuliner.
Roti Unyil identik dengan Toko Roti Unyil Merdeka yang legendaris di Jalan Veteran. Roti mungil dengan berbagai varian isian ini—dari cokelat, keju, hingga abon—sudah menjadi oleh-oleh wajib sejak puluhan tahun lalu.
Teksturnya yang empuk dan ukurannya yang kecil membuat camilan ini cocok dinikmati kapan saja. Antrean panjang di gerai pusatnya menjadi pemandangan biasa, terutama pada akhir pekan.
Asinan Bogor juga masuk dalam jajaran kuliner yang sulit ditandingi. Perbedaannya terletak pada bumbu kacang yang dicampur dengan oncom dan cabai, menghasilkan rasa pedas, manis, dan sedikit asam.
Isiannya berupa tahu kuning, taoge, kol, dan selada. Disajikan dengan kerupuk mie kuning yang renyah, asinan Bogor menjadi pelepas dahaga di tengah teriknya cuaca kota.
Mie Glosor terbuat dari tepung kanji atau aci sehingga teksturnya kenyal dan bening. Hidangan ini biasanya ditumis dengan sayuran dan bumbu sederhana, lalu disajikan dengan sambal kacang atau kecap.
Di Bogor, mie glosor sering dijual di warung-warung sederhana hingga restoran. Rasanya yang unik membuatnya jarang ditemukan di kota lain, menjadikannya salah satu kuliner yang wajib dicoba.
Pepes ikan mas khas Bogor berbeda dengan pepes pada umumnya. Ikan mas segar dibumbui dengan racikan rempah yang melimpah—kemangi, serai, dan cabai—lalu dibungkus daun pisang dan dibakar hingga matang.
Aroma daun pisang yang hangus dan rempah yang meresap membuat hidangan ini sangat digemari. Banyak rumah makan di kawasan Puncak dan Bogor menjadikannya menu andalan.
Kue Cincin adalah jajanan pasar tradisional berbentuk cincin yang digoreng renyah. Terbuat dari campuran tepung beras dan gula merah, kue ini memiliki tekstur renyah di luar dan sedikit kenyal di dalam.
Penjual kue cincin di Bogor kini semakin jarang. Biasanya hanya muncul di pasar-pasar tradisional pada pagi hari. Bagi wisatawan yang ingin mencicipinya, Pasar Bogor dan Pasar Anyar menjadi tempat paling tepat untuk berburu.