Survei Ungkap 51% Pengguna Benci Aplikasi Google Health Baru, Lebih Buruk dari Fitbit

Penulis: Nasrul Hidayat  •  Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:18:01 WIB
Mayoritas pengguna menyatakan kecewa terhadap aplikasi Google Health pengganti Fitbit.

JAWA BARAT — Google resmi menutup aplikasi Fitbit dan menggantinya dengan Google Health sejak pekan lalu. Pembaruan ini membawa wajah baru yang lebih segar serta janji integrasi lebih erat dengan Google Fit dan Health Connect. Namun, setelah satu pekan pemakaian, reaksi pengguna justru didominasi kekecewaan.

Angka yang Bicara: Mayoritas Kecewa

Android Authority menggelar jajak pendapat dan menerima 1.500 suara. Hasilnya, 51 persen responden mengatakan Google Health terlihat lebih baik, tetapi lebih buruk saat dipakai. Hanya 5 persen yang menyukai cara kerjanya tapi tidak suka tampilannya. Sebanyak 23 persen menganggap aplikasi ini cantik dan berfungsi optimal, sementara 13 persen lainnya acuh tak acuh. Sisanya, 9 persen, belum menerima pembaruan.

Angka-angka ini menunjukkan satu hal: mayoritas pengguna setia Fitbit merasa dirugikan oleh migrasi paksa ini. Sentimen negatif juga membanjiri kolom komentar.

Data Tersembunyi dan AI yang Memaksa

Keluhan terbesar adalah tata letak statistik yang berantakan. Pengguna dengan akun stuartgiles mengatakan mencari metrik dasar seperti jumlah langkah hari sebelumnya kini terasa seperti misi mustahil. Grafik dan angka tidak bisa diurutkan, letaknya tidak konsisten, dan beberapa data malah tersembunyi.

Masalah lain datang dari fitur AI coach yang terlalu dominan. Alih-alih menyajikan data dalam grafik sederhana, Google Health justru menampilkan dinding teks hasil analisis AI. Pengguna craigalanfowler yang ikut serta dalam pratinjau publik mengaku sudah memberi banyak masukan, tetapi tidak ada yang didengar. Ia menilai AI coach akan lebih berguna jika bisa dipanggil saat dibutuhkan, bukan dipaksakan setiap kali membuka aplikasi.

“Saya pakai AI di banyak area kehidupan, tetapi untuk kesehatan harian saya hanya ingin melihat data dan grafik. Teks AI yang bertele-tele itu tidak membantu dan membuat aplikasi susah dipakai,” tulisnya.

Pengguna Setia Mulai Melirik Apple Watch

Dampak paling serius dari aplikasi baru ini adalah mulai goyahnya loyalitas pengguna. Pemilik akun omrose.farmer mengaku membenci semua aspek aplikasi baru dan mulai mempertimbangkan beralih ke Apple Watch. Hal serupa diungkapkan pengguna lain yang sudah memakai Fitbit selama enam tahun.

“Saya benci SEMUANYA dari aplikasi baru ini! Tidak ada yang intuitif dan saya tidak bisa meninjau tren dengan mudah. Aplikasi Google Health yang baru membuat saya melihat Apple Watch. Sedih rasanya Google merusak produk dan pengalaman yang dulu hebat,” tulisnya.

Apa yang Bisa Dilakukan?

Hingga berita ini ditulis, Google belum memberikan tanggapan resmi atas gelombang kritik ini. Pengguna yang merasa dirugikan bisa memberikan umpan balik langsung melalui menu bantuan di aplikasi atau forum komunitas Fitbit. Namun, jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin Google akan merilis pembaruan perbaikan dalam beberapa pekan ke depan.

Bagi Anda yang masih bertahan, saran kami: sempatkan waktu untuk mengatur ulang pin chart di tab Health agar metrik yang sering dicek muncul di permukaan. Setidaknya itu bisa sedikit mengurangi rasa frustrasi.

Reporter: Nasrul Hidayat
Sumber: androidauthority.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top