JAWA BARAT — Pengumuman itu disampaikan Andien di tengah penampilannya yang membawakan 10 lagu, termasuk nomor lawas seperti "Keraguan" dan "Gemilang". Ia mengaku sempat gugup membawakan lagu anyar di panggung berskala besar untuk pertama kalinya. "Ternyata waktu 26 tahun di industri musik Indonesia juga tidak menyurutkan semangatku sama sekali untuk terus berkarya. Kayaknya masih ada rasa haus setiap tahun, kalau bisa penginnya mengeluarkan sesuatu yang baru lagi," ujar Andien.
Album baru ini menandai perjalanan panjang Andien yang telah malang melintang sejak 1999. Pelantun "Pulang" itu mengaku masih memiliki energi untuk terus memproduksi karya di tengah persaingan industri musik yang ketat. "Jadi pada malam hari ini aku juga sekalian ingin mengumumkan ke teman-teman semua bahwa di bulan Juni nanti aku akan mengeluarkan karya, albumku yang kesembilan," sambungnya.
Sebelum pengumuman tersebut, Andien mengajak penonton bernostalgia ke era 2010. Ia membawakan dua lagu B-sides dari album Kirana, yakni "Kusadari" dan "Kirana", yang diakuinya sangat jarang dinyanyikan secara langsung. Momen itu menjadi kejutan tersendiri bagi penggemar setianya yang memadati venue.
Di sela-sela penampilan, Andien sempat berkelakar mengenai cuaca dingin di venue baru NICE PIK 2 yang membuatnya salah kostum. "Bagaimana? Dingin ya? Semuanya pada kedinginan tidak? Aku biasanya bilang ke stylist-ku, 'pokoknya bajunya jangan terlalu tertutup'. Sekarang, bajunya kenapa tidak ada lengannya begitu. Rasanya dingin," kata Andien. Kehangatan tetap tercipta saat ia berinteraksi dengan penonton yang hadir.
Aksi panggung Andien malam itu ditutup dengan rentetan lagu "Jatuh Pelan", "Nostalgia Rasa", dan "Pulang". Tiga tembang itu sukses mengakhiri perjumpaan penuh impresi di panggung Java Jazz Festival tahun ini. Album kesembilan Andien dijadwalkan rilis pada Juni 2026, menyusul perilisan singel "Manusia Favorit" yang sudah diperdengarkan secara langsung.