BOGOR — Perlintasan kereta api di Jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor, kembali menjadi titik hitam kecelakaan. Warga setempat melaporkan bahwa lokasi tersebut tak memiliki palang pintu atau pagar pembatas, sehingga pengendara kerap memaksakan diri melintas saat kereta tengah melaju.
Perlintasan itu berada di kawasan padat penduduk dan dilalui kendaraan roda dua setiap hari. Tidak ada petugas yang berjaga, dan rambu peringatan pun dinilai minim. Akibatnya, hampir setiap bulan terjadi insiden di titik yang sama.
“Sudah tiga kali dalam setahun ini ada korban jiwa di sini. Yang terakhir, seorang bapak-bapak tewas tertabrak,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Peristiwa terbaru terjadi pada Senin lalu sekitar pukul 06.30 WIB. Seorang pengendara motor melaju dari arah barat menuju timur. Ia diduga tidak mendengar suara klakson kereta karena bising kendaraan lain.
Saat bersamaan, kereta api barang melintas dengan kecepatan sedang. Pengendara motor nekat menerobos dan terseret sejauh 20 meter. Ia ditemukan warga dalam kondisi kritis dan meninggal di perjalanan menuju rumah sakit.
Warga meminta pemerintah kota segera memasang pagar pembatas di kedua sisi rel. Selain itu, mereka juga mendorong pemasangan palang pintu otomatis yang terintegrasi dengan jadwal kedatangan kereta.
“Kami sudah berkali-kali lapor ke kelurahan dan dinas perhubungan. Tapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata. Yang ada malah korban terus berjatuhan,” keluh warga lainnya.
Pihak Dinas Perhubungan Kota Bogor mengaku telah menerima laporan warga. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada keputusan resmi terkait pemasangan pagar atau palang pintu. Warga berharap Pemkot Bogor segera turun tangan sebelum korban jiwa bertambah.
“Kami minta ada kepastian. Jangan sampai baru bergerak setelah ada korban lagi. Ini soal nyawa,” tegas warga.