BOGOR — Kecelakaan maut terjadi di jalur kereta api di bawah Fly Over Jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor, pada Selasa (25/2/2025). Seorang pria yang belum diketahui identitasnya meregang nyawa setelah tertabrak kereta yang melintas di lokasi tersebut.
Berdasarkan keterangan saksi di lapangan, pria tersebut sempat terlihat duduk sendirian di pinggir rel beberapa saat sebelum insiden terjadi. Saksi mata menyebut korban tampak termenung dan tidak bergerak meskipun suara klakson kereta sudah terdengar dari kejauhan.
“Dia duduk di bantalan rel, tidak bereaksi. Beberapa warga sudah berteriak, tapi dia seperti tidak mendengar,” ujar seorang saksi yang enggan disebutkan namanya. Beberapa saat kemudian, kereta dari arah Stasiun Bogor melaju dan menabrak korban.
Petugas dari kepolisian sektor Bogor Timur dan Unit Laka Lantas Polresta Bogor Kota tiba di lokasi sekitar 15 menit setelah kejadian. Tim evakuasi kemudian mengevakuasi jenazah korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor untuk proses identifikasi lebih lanjut.
“Kami masih melakukan pemeriksaan untuk mengidentifikasi korban. Belum ada dokumen atau barang bukti yang bisa mengarah pada identitasnya,” kata Kapolsek Bogor Timur, Kompol Agus Hidayat, saat dikonfirmasi di lokasi.
Lokasi kejadian merupakan jalur rel aktif yang berada tepat di bawah fly over. Area tersebut dikenal sebagai titik rawan kecelakaan karena akses pejalan kaki yang tidak terkontrol dan minimnya pagar pembatas di beberapa titik.
Warga sekitar mengaku sudah beberapa kali melaporkan adanya orang yang duduk atau berjalan di atas rel, namun belum ada tindakan penertiban yang konsisten. “Sudah biasa lihat orang lewat situ. Tapi yang sampai duduk diam di rel, baru kali ini. Akibatnya fatal,” ujar seorang warga, Andi (34).
Polisi masih menyelidiki penyebab pasti pria tersebut berada di jalur rel dan apakah ada unsur kesengajaan atau kelalaian. Petugas juga mengimbau masyarakat untuk tidak melintas atau berada di area jalur kereta api yang bukan peruntukannya.
“Kami mengimbau warga untuk tidak menggunakan jalur rel sebagai tempat beraktivitas. Selain melanggar aturan, risiko kecelakaannya sangat tinggi,” tambah Kompol Agus. Hingga berita ini diturunkan, jenazah korban masih di RSUD Kota Bogor menunggu diambil oleh pihak keluarga.