BOGOR — Keluhan warga RW 12 Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, soal mati air yang berlangsung tahun ke tahun akhirnya mendapatkan respons langsung dari direksi Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor. Manajemen perusahaan daerah itu mendatangi lokasi pada pekan lalu untuk berdiskusi dengan warga sekaligus melakukan inspeksi teknis ke titik-titik yang dikeluhkan.
Hasil pengecekan di lapangan, tim teknis Perumda Tirta Pakuan menemukan setidaknya tiga titik kebocoran pada jaringan pipa di lingkungan RW 12. Kebocoran ini diduga menjadi penyebab utama tekanan air menurun drastis hingga warga di sejumlah rumah tidak mendapatkan pasokan air bersih selama berhari-hari, bahkan berminggu-minggu.
"Kami melihat langsung kondisi pipa di beberapa titik. Ada yang bocor, ada juga sambungan yang tidak rapat. Ini jadi prioritas kami untuk segera diperbaiki," ujar salah satu perwakilan direksi yang turun ke lapangan.
Kunjungan itu tidak hanya sebatas inspeksi teknis. Direksi Tirta Pakuan juga menggelar diskusi dengan pengurus RW 12 dan warga setempat. Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan secara gamblang bagaimana selama bertahun-tahun mereka harus bergantung pada air sumur atau membeli air isi ulang karena pasokan PDAM tidak pernah lancar.
Manajemen Tirta Pakuan mencatat seluruh masukan warga dan berjanji akan menindaklanjuti temuan kebocoran dalam waktu dekat. Perbaikan pipa disebut akan menjadi langkah awal sebelum dilakukan evaluasi sistem distribusi yang lebih menyeluruh.
Setelah kebocoran teridentifikasi, Perumda Tirta Pakuan berencana melakukan perbaikan bertahap. Tim teknis akan memulai dari titik yang paling kritis agar tekanan air bisa segera kembali normal di rumah-rumah warga yang paling terdampak.
Ke depan, perusahaan daerah itu juga akan memeriksa kemungkinan adanya kebocoran lain di jalur distribusi utama yang melayani kawasan Kebon Pedes. Langkah ini diambil agar keluhan serupa tidak terulang lagi di musim kemarau mendatang, ketika kebutuhan air bersih warga justru meningkat.