KOTA BOGOR — Dominasi perempuan dalam birokrasi Pemerintah Kota Bogor kian nyata. Berdasarkan data terbaru, mayoritas pegawai negeri sipil (PNS) di kota hujan ini telah mengantongi gelar sarjana, dan di hampir setiap jenjang pendidikan, jumlah pegawai perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki.
Dari total ASN yang bergelar sarjana, proporsi pegawai perempuan mencapai 60 persen lebih. Di jenjang S1, jumlahnya hampir dua kali lipat dari pegawai laki-laki. Pola serupa juga terlihat di jenjang S2, di mana perempuan tetap mendominasi dengan selisih yang signifikan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa tingkat partisipasi dan pencapaian pendidikan perempuan di sektor publik Kota Bogor sangat tinggi. Ini juga menjadi modal bagi pemkot untuk mengoptimalkan layanan publik yang lebih responsif terhadap kebutuhan warganya.
Satu-satunya jenjang pendidikan tinggi yang masih didominasi pria adalah program doktoral atau S3. Meski jumlahnya kecil, pegawai laki-laki tercatat lebih banyak yang telah menyelesaikan pendidikan strata tiga dibandingkan perempuan.
Meski begitu, secara keseluruhan, data ini menempatkan ASN Kota Bogor sebagai salah satu birokrasi dengan tingkat pendidikan tinggi yang solid di Jawa Barat. Lebih dari dua pertiga pegawai telah memiliki kualifikasi akademik sarjana ke atas.
Pemkot Bogor menilai tingginya tingkat pendidikan ini berbanding lurus dengan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Pegawai dengan latar belakang pendidikan tinggi dinilai lebih adaptif terhadap perubahan regulasi dan lebih cepat mengadopsi sistem digital yang kini diterapkan di hampir semua dinas.
Pemerintah daerah juga terus mendorong para ASN untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Beberapa program beasiswa dan izin belajar telah disediakan untuk meningkatkan kompetensi aparatur, khususnya di bidang perencanaan pembangunan dan pelayanan publik.