BANDUNG — Informasi soal penebalan bansos senilai Rp400 ribu yang ramai di media sosial dipastikan hoaks. Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Sosial mengingatkan warga agar tidak langsung percaya dan melakukan verifikasi ke instansi resmi.
Dalam unggahan yang menyebar di grup WhatsApp dan platform media sosial lainnya, disebutkan bahwa KPM bakal menerima tambahan dana bansos sebesar Rp400 ribu. Pesan itu juga kerap menyertakan tautan mencurigakan yang mengarah ke situs tidak resmi.
Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, Sodikin, menegaskan bahwa tidak ada program penebalan bansos sebesar nominal tersebut. Ia meminta masyarakat untuk tidak mengklik tautan atau mengisi data pribadi yang diminta dalam pesan itu.
"Tidak benar ada penebalan bansos Rp400 ribu. Kami mengimbau warga agar waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan program bansos. Jangan pernah memberikan data pribadi seperti KTP atau nomor rekening kepada pihak yang tidak bertanggung jawab," ujar Sodikin dalam keterangan resminya, Selasa (12/3/2024).
Pemkot Bandung menyediakan sejumlah kanal resmi bagi warga yang ingin mengecek status bansos. KPM dapat mengakses situs resmi Dinas Sosial atau datang langsung ke kelurahan dan kecamatan setempat. Selain itu, informasi valid juga bisa diperoleh melalui pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di masing-masing wilayah.
Fenomena penyebaran informasi palsu soal bansos kerap meningkat menjelang hari besar keagamaan. Pelaku biasanya memanfaatkan momen kebutuhan ekonomi warga yang meningkat. Masyarakat diminta untuk selalu kritis dan tidak mudah tergiur dengan iming-iming bantuan dana yang tidak jelas sumbernya.
Jika menemukan informasi serupa, warga bisa melaporkan ke akun media sosial resmi Pemkot Bandung atau melalui call center yang telah disediakan. Pemkot memastikan akan menindaklanjuti setiap laporan yang masuk.