BOGOR — Selain uang pendaftaran senilai Rp350 juta, ada enam syarat lain yang wajib dilengkapi calon ketua Kadin Kota Bogor untuk masa bakti 2026–2031. Ketentuan ini dirilis panitia pemilihan sebagai bagian dari proses seleksi kepemimpinan organisasi pengusaha di kota tersebut.
Panitia pemilihan telah menetapkan tujuh poin persyaratan bagi calon ketua. Syarat utama mencakup kelengkapan administrasi, dukungan anggota, hingga komitmen terhadap pengembangan usaha anggota Kadin.
Selain biaya pendaftaran Rp350 juta, calon juga harus memiliki pengalaman organisasi dan rekam jejak di dunia usaha. Panitia tidak merinci lebih lanjut besaran dukungan minimal yang diperlukan dari anggota Kadin.
Biaya pendaftaran Rp350 juta disebut sebagai salah satu instrumen untuk memastikan keseriusan kandidat. Nominal ini juga lazim diterapkan dalam pemilihan ketua Kadin di sejumlah daerah lain di Indonesia.
Dana tersebut, menurut panitia, akan digunakan untuk operasional pemilihan dan kegiatan organisasi pasca-musyawarah. Tidak ada rincian lebih lanjut mengenai alokasi spesifik dari biaya pendaftaran tersebut.
Calon ketua harus merupakan pengurus aktif atau anggota tetap Kadin Kota Bogor yang telah terdaftar minimal dua tahun berturut-turut. Syarat ini untuk memastikan kandidat memahami dinamika bisnis dan kebutuhan pelaku usaha di Kota Bogor.
Panitia juga mewajibkan calon tidak sedang tersangkut masalah hukum dan memiliki surat keterangan sehat dari dokter. Ketentuan ini bersifat baku dalam setiap pemilihan ketua Kadin di tingkat kota maupun provinsi.
Pendaftaran calon ketua Kadin Kota Bogor dibuka mulai pekan ini dan akan ditutup dalam waktu dua minggu ke depan. Setelah itu, panitia akan melakukan verifikasi berkas dan mengumumkan calon yang lolos.
Pemilihan ketua dijadwalkan berlangsung pada musyawarah kota (Musko) yang akan digelar dalam waktu dekat. Seluruh anggota Kadin Kota Bogor yang memenuhi syarat berhak memberikan suara.
Kepemimpinan Kadin Kota Bogor periode 2026–2031 dinilai krusial mengingat peran organisasi ini dalam menjembatani kepentingan pengusaha dengan pemerintah daerah. Ketua terpilih nantinya akan menjadi mitra strategis Pemkot Bogor dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Sejumlah anggota Kadin berharap calon ketua mampu memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada UMKM dan menciptakan iklim investasi yang kondusif di Kota Bogor.