BOGOR — Polres Bogor terus mengusut kasus tewasnya seorang bocah laki-laki berinisial MAS (9) yang menjadi korban serangan anjing pemburu babi di Desa Sipak, Kecamatan Jasinga. Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa 57 orang saksi dan menyita 21 unit kendaraan roda empat yang digunakan untuk mengangkut anjing-anjing pemburu tersebut.
"Seluruh barang bukti kendaraan, pemeriksaan 57 orang, hingga uji laboratoris terhadap ratusan hewan ini menjadi pijakan kuat bagi penyidik untuk mengusut tuntas perkara secara profesional dan transparan," ujar Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto dalam keterangan tertulis, Senin (8/6/2026).
Ayah korban, Solehudin (40), mengaku mendapat kabar duka dari warga kampung sebelah saat dirinya tengah berada di rumah. Ia baru mengetahui anaknya meninggal setelah sebelumnya sang putra berangkat memancing bersama seorang teman sekitar pukul 09.00 WIB. Kabar duka tiba sekitar pukul 12.00 WIB.
"Dari kepala kelupas semua. Kulit kepala yang paling parah," tutur Solehudin saat ditemui di Polres Bogor.
Meski masih diliputi duka, Solehudin mengaku mempertimbangkan langkah hukum terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab. "Kemungkinan bisa saya tuntut, tapi semuanya balik lagi ke proses hukum yang berlaku," katanya.
Kapolsek Jasinga AKP Agus Hidayat mengatakan pihaknya telah menemukan dan mengamankan pemilik anjing yang diduga terlibat. Berdasarkan keterangan saksi dan warga, pemilik anjing tersebut mengakui bahwa hewan peliharaannya yang dilepas untuk berburu babi hutan menyerang korban.
"Sementara satu orang dulu yang kami amankan. Untuk proses selanjutnya sudah kami limpahkan ke Polres," ujar Agus.
Polisi menyebut perburuan babi hutan memang kerap dilakukan di kawasan tersebut. Para pemburu biasa melepaskan anjing untuk mengejar babi liar di area hutan dan perkebunan tanpa mengecek kondisi medan. "Mereka tidak mengecek langsung ke medan bahwa di lokasi itu ada anak yang sedang mancing," kata Agus.
Dalam penyelidikan, polisi mengamankan sekitar 50 ekor anjing pemburu. Namun, empat ekor di antaranya yang diduga menyerang korban telah mati saat dibawa menggunakan kendaraan. "Sudah mati empat-empat karena dalam satu mobil. Kemungkinan sopir lupa membuka kaca saat perjalanan," ujar Agus.
Pascainsiden, warga setempat meminta agar aktivitas perburuan babi dihentikan sementara. Polisi mengakomodasi permintaan tersebut. "Yang pastinya karena permintaan dari warga juga, untuk sementara jangan dilakukan," kata Agus.
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto mengimbau masyarakat, khususnya warga Jasinga, untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi liar di media sosial. "Kami minta masyarakat mempercayakan sepenuhnya proses ini kepada petugas dan bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah," ungkapnya.