INDRAMAYU — Suasana berbeda terlihat di ruang kelas Sekolah Rakyat Terintegrasi 40 Indramayu, Selasa (9/6/2026). Para siswa tampak serius menatap layar laptop masing-masing, bukan lembar kertas soal. Mereka tengah mengerjakan Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) yang digelar secara digital.
Seorang guru terlihat berkeliling, sesekali berhenti untuk menjelaskan petunjuk pengerjaan soal kepada seorang siswi. Proses asesmen berlangsung dengan pengawasan ketat dari pihak sekolah.
Pihak sekolah menegaskan bahwa hasil dari ASAT atau Penilaian Akhir Tahun (PAT) ini merupakan salah satu landasan utama dalam menentukan kenaikan kelas siswa. "Ini untuk mengukur capaian kompetensi siswa terhadap pembelajaran yang sudah diberikan selama satu tahun ajaran," ujar seorang guru di lokasi.
Dengan sistem berbasis digital, sekolah berharap proses evaluasi berjalan lebih efisien dan objektif. Para siswa pun tampak antusias mengikuti ujian yang berlangsung tertib tersebut.
Penggunaan laptop dalam ASAT ini menjadi catatan tersendiri bagi pengelola pendidikan di Indramayu. Sekolah Rakyat Terintegrasi 40 mencoba beradaptasi dengan perkembangan teknologi, meskipun masih berada di wilayah yang tidak semuanya terakses internet cepat.
Pihak sekolah memastikan perangkat yang digunakan telah disiapkan jauh-jauh hari. Tidak ada laporan kendala teknis berarti selama pelaksanaan ujian berlangsung.