JAWA BARAT — Space by KAI hadir sebagai solusi bagi pelaku usaha yang ingin menyewa atau memanfaatkan aset strategis milik perusahaan kereta api pelat merah tersebut. Melalui platform ini, KAI membuka akses ke berbagai properti seperti lahan, bangunan, dan area komersial di stasiun-stasiun utama yang sebelumnya hanya bisa diakses melalui jalur konvensional.
Direktur Bisnis KAI menjelaskan bahwa perusahaan memiliki banyak aset strategis yang tersebar di berbagai titik, mulai dari lahan di pusat kota hingga area di sekitar stasiun. Selama ini, sebagian aset tersebut belum memberikan nilai tambah optimal karena proses pengelolaan yang kurang terintegrasi.
“Dengan Space by KAI, kami ingin memastikan setiap aset bisa memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan perusahaan sekaligus membuka peluang bisnis baru bagi masyarakat,” ujar Direktur Bisnis KAI dalam keterangan resmi yang diterima Republika.co.id.
Platform ini memungkinkan calon penyewa melihat daftar aset yang tersedia, lengkap dengan spesifikasi, lokasi, dan harga sewa. Proses pengajuan hingga negosiasi juga dilakukan secara digital, sehingga memangkas birokrasi yang selama ini kerap menjadi kendala.
Pelaku usaha kecil hingga menengah disebut menjadi salah satu sasaran utama. Mereka bisa memanfaatkan ruang komersial di stasiun untuk membuka gerai, kios, atau bahkan ruang kerja bersama (co-working space) dengan harga yang lebih kompetitif dibandingkan properti komersial di luar.
KAI menargetkan platform ini bisa meningkatkan pendapatan dari sektor aset hingga dua digit dalam dua tahun ke depan. Meski belum dirinci secara nominal, perusahaan optimistis model bisnis ini akan menarik minat banyak pihak karena kemudahan akses dan transparansi harga.
Kehadiran Space by KAI juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi di sekitar jalur kereta. Dengan lebih banyak aktivitas komersial, kawasan stasiun bisa menjadi pusat kegiatan ekonomi baru yang menguntungkan masyarakat sekitar.
Platform ini sudah bisa diakses mulai pekan ini melalui laman resmi KAI dan aplikasi KAI Access. KAI berencana menambahkan fitur-fitur lain seperti sistem pembayaran terintegrasi dan data analitik untuk membantu penyewa mengelola bisnis mereka.