CIAMIS — Puluhan penari dan seniman mengenakan kostum adat khas Galuh berjalan beriringan di halaman Pendopo Ciamis. Mereka adalah perwakilan dari 10 rumpun kesenian tradisional yang berasal dari Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, dan Kabupaten Kuningan.
Galuh Ethnic Carnival tahun ini menjadi salah satu rangkaian utama perayaan HUT Ke-384 Ciamis. Tidak sekadar pawai budaya, karnaval ini juga dirancang sebagai media promosi untuk memperkenalkan seni budaya, industri kreatif, perdagangan, serta potensi unggulan daerah.
Setiap rumpun kesenian yang tampil membawa ciri khas masing-masing. Mulai dari tarian tradisional, musik bambu, hingga busana adat yang merepresentasikan sejarah Kerajaan Galuh.
Kehadiran peserta dari Kota Banjar dan Kabupaten Kuningan menunjukkan bahwa warisan budaya Galuh tidak hanya hidup di Ciamis, melainkan tersebar di wilayah eks-Keresidenan Priangan Timur.
Pemerintah Kabupaten Ciamis sengaja mengemas karnaval ini tidak hanya sebagai perayaan seremonial. Di sela-sela pawai, sejumlah stan industri kreatif dan produk unggulan daerah juga turut meramaikan area Pendopo Ciamis.
Para pengunjung dapat melihat langsung kerajinan tangan, kuliner khas, serta produk UMKM lokal yang dipamerkan bersamaan dengan pertunjukan seni. Langkah ini dinilai efektif untuk menarik minat wisatawan dan pelaku usaha.
Ribuan warga memadati tepi jalan sepanjang rute karnaval. Mereka menyaksikan langsung perpaduan antara seni tradisi dan semangat kebaruan yang dibawakan para peserta.
Perayaan HUT Ke-384 Ciamis melalui Galuh Ethnic Carnival diharapkan mampu memperkuat identitas lokal sekaligus mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah selatan Jawa Barat.