JAWA BARAT — Yamaha Indonesia resmi mengumumkan penyesuaian harga jual motor dan suku cadang menyusul tekanan nilai tukar rupiah yang terus melemah. Manager Public Relations, Yamaha Riding Academy & Community PT YIMM, Rifki Maulana, mengonfirmasi langkah ini saat ditemui di Jakarta, Rabu (11/6/2026).
"Kalau buat kenaikan (nilai tukar) dolar (terhadap rupiah) kita juga sudah ada penyesuaian harga terhadap baik unit (motor) maupun suku cadang. Suku cadang sudah naik sejak bulan Mei lalu, untuk persentasenya variatif," ujar Rifki.
Jika menilik laman resmi Yamaha, kenaikan harga sudah mulai terlihat pada beberapa model populer. Yamaha Nmax Neo dan Turbo misalnya, mengalami kenaikan Rp 250 ribu dari harga sebelumnya. Untuk suku cadang, persentase kenaikan tidak disebutkan secara seragam, namun bersifat variatif tergantung jenis komponen.
Kebijakan ini diambil di tengah kondisi nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp 18 ribu per dolar AS. Situasi ini menjadi tekanan langsung bagi industri otomotif yang masih bergantung pada komponen impor.
Selain pelemahan rupiah, industri roda dua juga dihadapkan pada kenaikan harga BBM Pertamax 92 yang melonjak hampir Rp 4 ribu per liter. Belum lagi kenaikan suku bunga yang berdampak langsung pada skema kredit sepeda motor. Namun, Yamaha mengaku belum bisa melihat dampak nyata dari kenaikan BBM yang baru berlangsung dua hari.
"Harga BBM kan juga baru naik dua hari ini ya. Kami belum bisa analisa secara detail. Akan berdampak secara langsung atau tidak," sambung Rifki.
Di tengah tekanan ekonomi, Yamaha tetap berupaya mendorong pasar. Salah satu strateginya adalah meluncurkan model edisi terbatas, Yamaha MX King 150 Prima Pramac Livery. Motor ini dipasarkan secara terbatas hanya 2.000 unit dan diperkenalkan di arena Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2026 Kemayoran pada Kamis (11/6/2026).
Langkah ini menunjukkan bahwa meski harga mengalami penyesuaian, Yamaha masih optimis menjaga momentum penjualan dengan menghadirkan produk-produk spesial bagi konsumen setianya.