JAWA BARAT — Stadion Azteca—untuk sementara berganti nama menjadi Mexico City Stadium demi kepentingan administratif—tetap menjadi saksi kekuatan sepak bola yang tak bisa dibeli. Tiket mahal dan bir seharga 280 peso (Rp 280 ribu) tak mampu mengikis aura kejayaan Piala Dunia 1970 dan 1986. Upacara pembukaan dengan JJ Balvin, Salma Hayek, hingga Andrea Bocelli pun tak bisa mengalahkan magnitudo laga ini.
Raul Jimenez mencatatkan namanya di papan skor, menjadi pahlawan bagi publik tuan rumah. Namun euforia itu sedikit terusik saat suporter Meksiko mencemooh timnya sendiri karena dianggap tidak cukup agresif menghabisi lawan.
Di kubu Afrika Selatan, kartu merah Yaya Sithole di babak kedua menjadi puncak performa buruk lini belakang. Mantan pemain seperti Quinton Fortune, Aaron Mokoena, dan Benni McCarthy—kini panelis televisi Afrika Selatan—hanya bisa terdiam saat diminta menganalisis kekalahan. “Apa yang harus kami katakan, apa yang salah?” tanya pembawa acara. Tak ada jawaban.
Pelatih Afrika Selatan, Hugo Broos, melontarkan pernyataan kontroversial. “Saya melihat Meksiko putus asa. Mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan bola. Organisasi pertahanan kami sempurna,” ujar Broos dengan nada optimis yang nyaris delusional. Di tribun, Presiden FIFA Gianni Infantino duduk diapit legenda sepak bola, termasuk Roberto Baggio, menyaksikan laga tanpa insiden besar di luar lapangan.
Di pertandingan kedua Grup A, Korea Selatan membalikkan keadaan untuk menang 2-1 atas Republik Ceko di Guadalajara. Gol Hwang In-beom dan Oh Hyeon-gyu membalas keunggulan Ceko lewat sundulan Ladislav Krejci yang memanfaatkan lemparan jauh Vladimir Coufal. Gaya menyerang Korea Selatan mengalahkan pendekatan set-piece ala Wimbledon milik Ceko.
Sorotan justru tertuju pada tribun stadion. FIFA mencatat kehadiran 44.985 penonton, mengklaim hanya 700 kursi kosong. Namun tayangan televisi menunjukkan pemandangan berbeda: ribuan kursi biru kosong melompong. Kota yang dikenal gila sepak bola itu memilih tidak datang, dan FIFA bungkam seribu bahasa.
Piala Dunia 2026 berlanjut dengan laga Kanada vs Bosnia dan Herzegovina pada Jumat (12/6) pukul 02.00 WIB. Amerika Serikat juga akan beraksi melawan Paraguay pada pukul 08.00 WIB. Semua laga bisa disaksikan melalui blog langsung Big Website.