Anggota TNI dan Brimob Terlibat Perkelahian di Labuan Bajo, Satu Personel Brimob Jadi Korban Tikam

Penulis: Mardian Syah  •  Sabtu, 13 Juni 2026 | 21:50:31 WIB
Anggota TNI dan Brimob terlibat perkelahian di Labuan Bajo, satu personel Brimob mengalami luka tusuk.

JAWA BARAT — Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana, Kolonel Inf Amrizal Nasution, mengungkapkan bahwa peristiwa bermula saat tiga anggota TNI—Pratu IB, Pratu IW, dan Pratu FR—menghadiri syukuran pelantikan anggota Brimob bernama Bripda JG di Wae Mata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo. Ketiganya hadir sebagai tamu undangan.

Instruksi Meninggalkan Lokasi Picu Ketegangan

Acara berlangsung normal hingga tiba-tiba terdengar instruksi agar seluruh anggota Brimob meninggalkan lokasi. Sekitar 30 menit kemudian, lebih dari 15 personel Brimob disebut kembali mendatangi tempat acara.

Menurut Amrizal, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, sejumlah anggota Brimob diduga menarik Pratu IB ke arah jalan raya sebelum terjadi pemukulan dan pengeroyokan. Saat berusaha membantu, Pratu IW ikut menjadi sasaran.

Pratu IW Ambil Kerambit, Satu Brimob Tertusuk

Dalam kondisi terdesak, Pratu IW berhasil melarikan diri menuju rumah orang tuanya dan mengambil pisau kerambit. "Keterangan yang diperoleh dari hasil pemeriksaan menunjukkan adanya dugaan pengeroyokan terhadap dua anggota Kodim oleh sejumlah anggota Brimob yang berada di lokasi," kata Amrizal, Sabtu (13/6/2026).

Kapendam menjelaskan, Pratu IW mengakui telah melakukan penikaman terhadap anggota Brimob yang terlibat. "Namun, tindakan itu dilakukan karena merasa terdesak dan keselamatannya terancam akibat pengeroyokan yang sedang berlangsung," ujarnya.

Kesaksian warga yang sempat melerai memperkuat keterangan tersebut. Setelah teriakan korban tertusuk terdengar, situasi berangsur kondusif. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis.

Subdenpom Masih Selidiki, Kodam Minta Tak Tarik Kesimpulan

Kodam IX/Udayana menegaskan bahwa seluruh fakta yang disampaikan masih bersifat sementara. Subdenpom IX/1-1 Ende saat ini tengah melakukan pendalaman untuk mengungkap kronologi, motif, serta pihak-pihak yang terlibat secara utuh.

"Kami mengimbau seluruh pihak agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan. Proses hukum dan investigasi masih berjalan untuk memastikan seluruh fakta terungkap secara objektif dan transparan," tegas Amrizal.

Ia menambahkan, jika ditemukan pelanggaran hukum yang dilakukan anggota TNI, proses hukum akan berjalan sesuai ketentuan. Hal serupa berlaku bagi pihak lain yang terbukti melakukan tindakan melawan hukum.

Kodam IX/Udayana memastikan insiden ini merupakan kasus individual dan tidak mencerminkan hubungan kelembagaan antara TNI dan Polri. Sinergitas kedua institusi di wilayah Manggarai Barat disebut tetap terjaga melalui koordinasi yang terus berlangsung selama penanganan kasus.

Reporter: Mardian Syah
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top