JAWA BARAT — Bau menyengat dari kendaraan yang telah terparkir selama beberapa hari menjadi pemicu utama penggeledahan oleh aparat. Petugas forensik yang mengenakan pakaian pelindung langsung melakukan pemeriksaan di lokasi sebelum mengevakuasi jenazah ke rumah sakit setempat untuk autopsi.
Penemuan mayat ini terjadi ketika skuad asuhan Amir Ghalenoei tengah menjalani pemusatan latihan di Tijuana. Timnas Iran dijadwalkan bertolak ke Amerika Serikat untuk melakoni laga perdana Grup G Piala Dunia 2026 melawan Selandia Baru.
Meski lokasi kejadian hanya berseberangan dengan Estadio Caliente—pusat latihan Team Melli—polisi setempat menyatakan belum menemukan bukti yang menghubungkan kasus tersebut dengan aktivitas tim peserta turnamen. "Investigasi masih berlangsung untuk mengungkap identitas korban dan motif di balik kematiannya," demikian pernyataan resmi kepolisian Tijuana.
Insiden ini menambah daftar masalah yang dihadapi Iran menjelang Piala Dunia. Sebelumnya, beberapa anggota federasi sepak bola Iran dilaporkan mengalami masalah visa dan pembatasan perjalanan ke Amerika Serikat, salah satu tuan rumah turnamen bersama Meksiko dan Kanada.
Kondisi ini memicu kekhawatiran mengenai aspek keamanan di sekitar lokasi penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Meski demikian, otoritas Meksiko memastikan situasi tetap terkendali dan tidak mempengaruhi jadwal pertandingan.
Hingga berita ini diturunkan, polisi belum merilis identitas korban maupun penyebab kematian. Mobil berpelat California tersebut menjadi salah satu petunjuk awal yang tengah dilacak oleh aparat untuk mengungkap jejak korban sebelum kematiannya.
Penemuan mayat ini menjadi salah satu insiden paling mengejutkan di sekitar penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Meski tidak berhubungan langsung dengan aktivitas tim peserta, kasus ini menambah sorotan publik terhadap aspek keamanan turnamen sepak bola terbesar di dunia yang digelar di Amerika Utara.