BANDUNG — Puluhan mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan UM Bandung menampilkan inovasi produk pangan dalam Food Festival 2026. Kegiatan tahunan yang digelar Himtekpa ini berlangsung di lobi utama kampus dan disertai seminar, workshop, bazar, serta lomba esai dan videografi untuk siswa SMA.
Ketua Pelaksana Food Festival, Muhammadi Fathir Lukman Nur Hakim, mengatakan acara ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide kreatif menjadi produk bernilai guna. “Acara ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk lebih inovatif dan produktif dalam menciptakan berbagai produk pangan,” ujarnya.
Ketua Program Studi Teknologi Pangan UM Bandung, Khairiah, menjelaskan bahwa festival ini merupakan bagian dari luaran proyek mahasiswa pada mata kuliah Pengembangan Produk Pangan. “Kami berfokus pada pengembangan pangan lokal yang berpotensi menjadi emergency food atau pangan darurat,” kata Khairiah.
Menurut Khairiah, Indonesia memiliki sumber daya pangan melimpah, namun perlu didukung pengelolaan dan distribusi yang baik. “Walaupun berlimpah, kita harus menyadari bahwa pangan lokal memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu sumber pangan utama di masa depan,” tegasnya.
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UM Bandung, Arief Yunan, mengapresiasi penyelenggaraan festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi jembatan antara dunia akademik dan industri. “Ide dan inovasi produk yang ditampilkan mahasiswa hari ini memiliki peluang untuk terus dikembangkan menjadi usaha atau bisnis yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Arief juga mendorong mahasiswa terbuka terhadap kritik dan masukan. Menurutnya, setiap evaluasi dapat menjadi pembelajaran untuk menghasilkan produk yang lebih sehat, berkelanjutan, dan berdaya saing global.
Rektor UM Bandung, Herry Suhardiyanto, mengingatkan mahasiswa untuk memahami proses pangan secara menyeluruh. “Rangkaian proses dari budidaya tanaman hingga menjadi makanan yang dikonsumsi manusia perlu dipahami secara utuh sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan pangan masyarakat,” ujarnya.
Herry menegaskan bahwa ilmu dan teknologi pangan berperan strategis dalam menjawab tantangan ketahanan pangan dan inovasi produk. “Saudara sekalian memiliki potensi yang luar biasa. Saya berharap potensi tersebut dapat terus dikembangkan menjadi bekal untuk berkarya, berinovasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” pungkasnya.***(FK)