Kejari Purwakarta Gelar Festival Hukum Perdana, 53 Pelajar Lomba Poster dan 18 Sekolah Main Drama Kolosal

Penulis: Nasrul Hidayat  •  Jumat, 19 Juni 2026 | 14:36:51 WIB
Pelajar Purwakarta tampilkan kreativitas melalui lomba poster dan drama kolosal dalam Festival Hukum Kejari Purwakarta.

PURWAKARTA — Edukasi hukum bagi pelajar di Purwakarta tidak lagi terbatas pada ceramah di dalam kelas. Kejaksaan Negeri Purwakarta memilih pendekatan berbeda dengan mengundang puluhan siswa ke satu festival besar, bukan mendatangi sekolah satu per satu seperti tahun-tahun sebelumnya.

Dari Ruang Kelas ke Panggung Drama dan Pameran Poster

Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta, Apsari Dewi, mengatakan festival ini sengaja dirancang untuk memberikan ruang ekspresi bagi pelajar. “Kami membuat sedikit out of the box. Jadi bukan kami yang datang ke sekolah, tetapi mengundang siswa SMP dan SMA sederajat di Kabupaten Purwakarta untuk memperlihatkan kreativitas dan bakatnya melalui poster tentang sadar hukum dan drama kolosal,” ujarnya.

Dari total peserta, lomba poster diikuti 53 siswa, sementara 18 sekolah menampilkan pertunjukan drama kolosal. Materi yang diangkat dalam drama pun beragam, mulai dari kritik sosial hingga pengenalan konsep hukum seperti restorative justice.

Mengapa Pelajar Lebih Mudah Menerima Hukum dari Teman Sebaya?

Apsari menjelaskan, tujuan utama festival ini bukan sekadar kompetisi. Kejaksaan ingin membentuk agen sadar hukum di kalangan pelajar yang bisa menyebarkan pemahaman kepada teman-teman sebayanya. “Kalau dari temannya sendiri, dengan cara anak-anak dan pendekatan yang berbeda, mudah-mudahan materi sadar hukum ini akan lebih masuk kepada siswa,” katanya.

Dengan pendekatan ini, Kejari berharap karakter pelajar Purwakarta terbentuk sejak dini, sehingga mereka memiliki integritas dan kesadaran hukum ketika terjun ke masyarakat.

Persiapan Tiga Hari, 25 Siswa Tampilkan Drama Restorative Justice

Salah satu peserta, Alpian Dwi Priangga (17), siswa MA YPPA Cipulus, mengaku persiapan dramanya hanya tiga hari karena sifatnya yang mendadak. Meski tegang, ia dan 24 temannya tetap berusaha maksimal. “Acara ini supaya kita bisa menyampaikan kritik-kritik sosial kepada pemerintah maupun masyarakat. Alhamdulillah dengan agenda ini kami mendapat pengetahuan hukum,” ujarnya.

Selain lomba drama dan poster, festival juga menghadirkan pameran seni, stan makanan, serta penyuluhan hukum yang bisa diikuti para peserta sepanjang acara.

Bupati: Jaksa Masuk Sekolah Tidak Lagi Terdengar Seram

Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menilai festival ini berhasil mengubah stigma bahwa pembelajaran hukum selalu kaku dan menegangkan. “Kalau dengar judulnya Jaksa Masuk Sekolah mungkin terdengar seram, tetapi ternyata isinya menyenangkan. Di festival ini kita menyadari bahwa hukum bukan hanya pasal-pasal, tetapi juga kesadaran, karakter, budaya, dan filsafat,” kata Saepul.

Ia berharap penanaman kesadaran hukum sejak usia sekolah dapat membentuk generasi muda yang taat hukum dan berintegritas saat memasuki kehidupan bermasyarakat di masa mendatang.

Reporter: Nasrul Hidayat
Sumber: radarkarawang.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top