SUMEDANG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menempatkan pengembangan berbasis budaya sebagai pilar strategis dalam menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Langkah ini diambil di tengah capaian pertumbuhan ekonomi daerah yang sudah melampaui rata-rata nasional.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman di Sumedang, Selasa, menegaskan bahwa ekonomi berbasis budaya bukan sekadar program tambahan, melainkan fondasi penting pembangunan. Menurutnya, filosofi budaya lokal menjadi dasar untuk mengarahkan pembangunan ekonomi yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan.
“Ekonomi berbasis budaya menjadi fondasi penting. Filosofi budaya lokal menjadi bagian penting dalam arah pembangunan, di mana ekonomi tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga menjaga keseimbangan sosial dan lingkungan,” jelas Herman dalam pernyataannya.
Herman menyebut sejumlah wilayah di Jawa Barat memiliki potensi besar dalam mengembangkan ekonomi kreatif dan kearifan lokal. Salah satunya adalah Kabupaten Sumedang yang dinilai memiliki kekuatan signifikan di sektor tersebut.
Sebagai langkah konkret, Pemprov Jabar beberapa waktu terakhir menggelar kirab budaya. Kegiatan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali sejumlah objek dan ruang budaya di daerah, sekaligus menjadi instrumen pelestarian dan revitalisasi warisan lokal.
Saat ini, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat berada pada kisaran 5,7 hingga 5,79 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional yang sekitar 5,61 persen. Ke depan, target yang lebih ambisius dipatok di kisaran 5,7 hingga 6 persen melalui konsolidasi integrasi ekonomi kreatif dan budaya.
Dari sisi stabilitas harga, Herman menyebut inflasi yang terjaga di kisaran 2 hingga 3 persen dinilai penting. Kondisi ini untuk mempertahankan daya beli masyarakat dengan konsumsi rumah tangga yang mencapai sekitar 50 persen sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Upaya penguatan konsolidasi ekonomi berbasis budaya ini diharapkan dapat menjadi kerangka pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada angka pertumbuhan. Lebih dari itu, strategi ini juga memperhatikan keberlanjutan sosial dan pelestarian nilai-nilai lokal di seluruh wilayah Jawa Barat.