SUMEDANG — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong skema kepemilikan saham bagi warga desa di perusahaan pertambangan lokal. Ia menyampaikan usulan ini saat menghadiri pengukuhan DPC Abpedasnas Kabupaten Sumedang di GOR Tadjimalela.
Menurut Dedi, keuntungan tambang selama ini hanya dinikmati pelaku usaha. Padahal, warga sekitar yang menanggung dampak lingkungan dan sosial dari aktivitas industri tersebut.
"Keuntungan tambang bisa dialokasikan untuk memperbaiki lingkungan terdampak, membangun rumah layak huni, beasiswa anak desa, dan percepatan infrastruktur pedesaan," ujarnya dalam sambutan.
Di hadapan perangkat desa, Dedi mengingatkan bahwa fondasi kehidupan desa bukanlah politik yang fluktuatif. Ia justru menyoroti tiga sumber utama: energi, pangan, dan spiritualitas.
"Sumber energi apa? Jaga sirah cai (mata air), jaga pohon besar, jaga gunung, jaga sawah, jaga parit, jaga sungai. Politik boleh mengalami fluktuasi, tetapi ketika sumber air terjaga, sumber hutan terjaga, sumber pangan terjaga, maka Indonesia akan tetap jaya," kata Dedi.
Gubernur yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) ini menilai warga desa memiliki ketahanan unik. Sejak masa kolonial hingga era modern, mereka tetap bertahan karena bergantung pada alam, bukan pada siapa pun yang berkuasa.
"Mereka tidak tergantung kepada siapa pun selama sawahnya masih ada, selama sumber airnya masih ada, selama gunungnya masih ada, selama pantainya masih ada, dan selama lautnya masih ada," tegasnya.
Di akhir sambutan, Dedi mengajak seluruh perangkat desa dan masyarakat menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan. Ia menyebut upaya ini sebagai investasi jangka panjang demi kualitas hidup generasi mendatang.
Ajakan ini sekaligus menjadi penekanan bahwa pembangunan desa tidak bisa hanya diukur dari proyek fisik, tetapi juga dari keberlanjutan sumber daya alam yang menjadi denyut nadi kehidupan warga.