OpenAI Gaet Eks Eksekutif Apple Vision Pro, Sinyal Ambisi Bikin Perangkat AI Baru

Penulis: Nasrul Hidayat  •  Senin, 29 Juni 2026 | 10:58:02 WIB
Paul Meade, eks VP Apple Vision Pro, resmi bergabung dengan tim hardware OpenAI.

JAWA BARAT — Kabar perpindahan eksekutif papan atas dari Apple ke OpenAI kembali mencuat. Paul Meade, Vice President yang memimpin divisi headset Vision Pro, dilaporkan akan bergabung dengan tim hardware OpenAI. Informasi ini pertama kali diungkap oleh Mark Gurman dari Bloomberg.

Meade bukan nama baru di lini produk wearable Apple. Selain Vision Pro, ia disebut-sebut memimpin pengembangan kacamata pintar (smart glasses) bertenaga AI yang dijadwalkan meluncur tahun depan. Produk ini diharapkan menjadi tandingan langsung perangkat wearable dari Meta, terutama setelah Vision Pro yang berharga mahal kurang mendapat sambutan di pasar.

Restrukturisasi Internal Apple Jadi Pemicu?

Menurut laporan Gurman, kepergian Meade merupakan dampak dari perubahan struktural di tim teknik hardware Apple. John Ternus, yang diproyeksikan naik jabatan menjadi CEO Apple, melakukan perombakan besar-besaran. Beberapa vice president disebut merasa posisinya terdegradasi setelah perubahan ini.

Kondisi ini menciptakan celah bagi perusahaan lain untuk merekrut talenta kelas atas. OpenAI, yang tengah gencar mengembangkan perangkat fisik, langsung memanfaatkan situasi ini dengan memboyong Meade ke tim mereka.

OpenAI dan Ambisi Perangkat AI yang Lebih 'Tenang'

OpenAI bukan pendatang baru di dunia hardware. Perusahaan ini sudah lama menjalin kerja sama dengan Jony Ive, mantan Chief Design Officer Apple, untuk mengembangkan perangkat AI. Sam Altman, CEO OpenAI, sebelumnya mengklaim perangkat tersebut akan menghadirkan pengalaman yang lebih tenang dan damai dibandingkan iPhone.

Namun, laporan pada musim gugur tahun lalu menyebutkan bahwa tim pengembang masih kesulitan meramu detail produk yang tepat. Kehadiran Meade diyakini bisa mempercepat proses realisasi visi tersebut, mengingat pengalamannya memimpin proyek hardware kompleks di Apple.

Nasib Vision Pro dan Masa Depan Wearable Apple

Vision Pro, yang dibanderol mulai Rp 50 jutaan, memang bukan produk laris. Harganya yang selangit dan fungsi yang terbatas membuat perangkat ini lebih cocok untuk pengguna profesional atau penggemar teknologi berat. Namun, Apple tidak mundur. Kacamata pintar yang lebih terjangkau diyakini menjadi senjata baru mereka untuk merebut pangsa pasar wearable dari Meta.

Dengan hengkangnya Meade, publik bertanya-tanya apakah proyek kacamata pintar Apple akan tetap berjalan sesuai jadwal. Hingga berita ini diturunkan, TechCrunch telah menghubungi Apple dan OpenAI untuk meminta konfirmasi resmi, namun belum ada tanggapan.

Bagi pengguna di Indonesia, pergerakan ini patut dicermati. Persaingan antara Apple, Meta, dan OpenAI di segmen perangkat wearable dan AI diperkirakan akan semakin sengit dalam dua tahun ke depan. Keputusan beli perangkat seperti Vision Pro atau calon pesaingnya sebaiknya ditunda hingga produk generasi kedua atau alternatif yang lebih matang dari segi harga dan ekosistem aplikasi.

Reporter: Nasrul Hidayat
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top