Brantas Abripaya Targetkan Sekolah Rakyat Bogor Beroperasi Juli 2026, Anggaran dari Kementerian Sosial

Penulis: Mardian Syah  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 21:25:31 WIB
Pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Sipak, Bogor, ditargetkan selesai Juli 2026 dengan anggaran dari Kementerian Sosial.

JAWA BARAT — Bogor – Anak-anak dari keluarga prasejahtera di Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, bakal memiliki sekolah baru. PT Brantas Abipraya (Persero) menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Sipak rampung pada Juli 2026, tepat menyambut tahun ajaran baru.

Proyek ini bukan sekadar bangunan fisik. Brantas Abipraya mendapat penugasan langsung dari Kementerian Sosial untuk menghadirkan fasilitas pendidikan yang layak bagi masyarakat kurang mampu. “Kami optimistis target ini tercapai. Pembangunan akan dimulai setelah proses perencanaan dan pengadaan selesai,” ujar juru bicara perusahaan dalam keterangan resmi.

Sekolah Rakyat: Bukan Sekadar Gedung Baru

Sekolah yang akan berdiri di lahan seluas sekitar 1,5 hektare ini dirancang untuk menampung ratusan siswa dari tingkat SD hingga SMP. Konsepnya tidak hanya ruang kelas, tapi juga fasilitas penunjang seperti perpustakaan, laboratorium sederhana, dan area bermain. Brantas Abipraya menyebut desainnya mengedepankan biaya konstruksi efisien tanpa mengorbankan kualitas.

Anggaran pembangunan berasal dari APBN yang dikelola Kementerian Sosial. Meski nilainya tidak dirinci dalam keterangan resmi, proyek serupa di daerah lain biasanya memakan biaya puluhan miliar rupiah. Yang jelas, sekolah ini akan menjadi salah satu dari jaringan Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah untuk daerah tertinggal.

Dampak Langsung: Anak Desa Bisa Sekolah Tanpa Pindah Kota

Selama ini, anak-anak di Jasinga yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi harus merantau ke pusat kecamatan atau kota. Biaya transportasi dan kos menjadi beban tambahan bagi keluarga miskin. Dengan adanya Sekolah Rakyat di desa mereka, jarak tempuh ke sekolah bisa dipangkas drastis. Orang tua tak perlu lagi merogoh kocek dalam-dalam untuk ongkos atau uang sewa.

Bupati Bogor, dalam kesempatan terpisah, menyambut baik proyek ini. Ia berharap sekolah tersebut bisa menyerap tenaga kerja lokal saat konstruksi berlangsung. “Ini investasi jangka panjang. Anak-anak kita bisa bersaing tanpa harus keluar dari kampung halaman,” ujarnya.

Tantangan: Akses Jalan dan Cuaca Ekstrem

Meski target sudah ditetapkan, Brantas Abipraya mengakui ada tantangan di lapangan. Akses menuju Desa Sipak masih berupa jalan desa yang sempit dan rusak di beberapa titik. Selain itu, cuaca ekstrem di musim hujan kerap menghambat pengiriman material. Perusahaan mengaku sudah menyiapkan jalur alternatif dan jadwal kerja yang fleksibel untuk mengantisipasi hal tersebut.

Proyek ini menjadi salah satu dari sekian banyak penugasan infrastruktur sosial yang diemban BUMN konstruksi. Jika berjalan mulus, Sekolah Rakyat Bogor bisa menjadi model bagi pembangunan sekolah serupa di daerah lain. Pemerintah menargetkan puluhan Sekolah Rakyat berdiri di berbagai provinsi dalam lima tahun ke depan.

Reporter: Mardian Syah
Sumber: ekonomi.republika.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top