BOGOR — Presiden Prabowo Subianto secara langsung menyematkan pangkat kehormatan tersebut di hadapan jajaran Polri. Sidarto Danusubroto memulai tugas sebagai ajudan Bung Karno pada 6 Februari 1967, menggantikan Komisaris Besar Polisi Sumirat. Ia mendampingi Presiden pertama RI itu hingga menjelang wafatnya.
Lahir di Pandeglang, Banten, 11 Juni 1936, Sidarto menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) sejak 1955. Ia kemudian melanjutkan pendidikan kepolisian di Amerika Serikat pada 1964–1965. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pernah menyebut latar belakang pendidikan internasional itu menjadi salah satu faktor yang membuat Sidarto dipercaya mendampingi Sukarno.
Dalam perjalanan tugasnya, Sidarto pernah menjalani pemeriksaan selama empat tahun karena dikaitkan dengan upaya membawa Bung Karno keluar dari masa penahanan rumah di Wisma Yaso. Kariernya di Korps Bhayangkara terus berlanjut. Ia pernah menjabat sebagai Kapolres Tangerang, Kepala Dinas Penerangan Polri, Kepala Interpol Indonesia, hingga memimpin dua wilayah kepolisian sebagai Kapolda Sumatera Bagian Selatan dan Kapolda Jawa Barat.
Setelah pensiun dari kepolisian, Sidarto berkiprah di dunia politik sebagai anggota DPR/MPR RI dari PDI Perjuangan selama tiga periode sejak 1999. Pada 2013, ia ditunjuk menjadi Ketua MPR RI menggantikan Taufiq Kiemas yang wafat saat masih menjabat. Di era pemerintahan Presiden Joko Widodo, Sidarto juga tercatat pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo turut menganugerahkan pangkat kehormatan kepada dua purnawirawan Polri lainnya. Mereka adalah mantan Ketua KPK periode 2015 Irjen Pol (Purn) Taufiequrachman Ruki dan mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara periode 2004–2009 Brigjen Pol (Purn) Taufiq Effendi. Ketiganya menerima penghargaan di tengah peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di markas Brimob Cikeas.