Pakan Ternak Fermentasi Hasil Riset IPB Dikembangkan di Garut, Solusi Saat Kemarau Sulitkan Hijauan

Penulis: Khoirul Anwar  •  Kamis, 02 Juli 2026 | 00:13:31 WIB
Tim riset IPB dan Diskannak Garut kembangkan pakan ternak fermentasi untuk atasi kelangkaan hijauan saat kemarau.

GARUT — Musim kemarau tahun ini diprediksi tetap membawa persoalan klasik bagi peternak di Garut: sumber pakan hijauan atau rumput di lapangan mengering dan sulit didapat. Untuk mengatasinya, Diskannak Garut menggandeng tim riset IPB yang sejak 2019 mengembangkan pakan komplit fermentatif di Unit Pakan Mandiri Leles Lestari, Kecamatan Leles.

"Pakan komplit fermentatif untuk ternak ruminansia yang sedang dikembangkan, dan diuji oleh IPB, merupakan salah satu alternatif solusi ketersediaan pakan ternak ruminansia bernutrisi seimbang sepanjang tahun, khususnya pada musim kemarau," kata Kepala Diskannak Garut, Dyah Savitri, Rabu.

Bahan Baku dari Limbah Pertanian dan Sumber Daya Lokal

Berbeda dengan pakan konvensional yang mengandalkan rumput segar, pakan fermentasi ini justru memanfaatkan apa yang melimpah di sekitar peternak. Tim riset IPB menggunakan bahan seperti dedak, bungkil, dan suplemen yang diproduksi dari bahan baku daerah. Limbah pertanian seperti jagung, sorgum, dan jerami juga bisa diolah menjadi pakan bernilai ekonomis.

Inovasi ini dirancang agar peternak tidak perlu bergantung pada rumput liar yang ketersediaannya musiman. "Ini juga bisa menjadi salah satu pemberian pakan yang baik dan mudah-mudahan ini bisa terjangkau untuk semua kalangan peternak," ujar Dyah.

Peternak Masih Gunakan Cara Tradisional, Butuh Edukasi

Meski alternatif ini sudah mulai diuji coba, mayoritas peternak di Garut masih menjalani pola lama. Mereka mencari rumput lalu diangkut ke kandang dan langsung diberikan ke ternak. Cara ini dinilai memiliki keterbatasan besar saat kemarau tiba karena rumput sulit dicari dan banyak yang sudah kering.

"Saat ini peternak sebagian besar masih melaksanakan pengadaan pakan itu dengan cara tradisional, meskipun dinas terus mengadakan edukasi dan sosialisasi untuk cara-cara pengawetan pakan hijauan yang ringkas," kata Dyah.

Silase Sudah Diterapkan di Dua Kecamatan

Sebelum mengembangkan pakan fermentasi, Diskannak Garut lebih dulu memberikan pelatihan pembuatan silase—pakan awetan berbasis hijauan. Teknik ini sudah mulai diterapkan di Kecamatan Bayongbong dan Cikajang. Namun, pakan komplit fermentatif dari IPB dianggap lebih praktis karena bisa langsung dikonsumsi ternak tanpa proses tambahan.

Dyah menambahkan, pihaknya terus mengedukasi peternak soal pengawetan pakan sekaligus menyosialisasikan inovasi yang sedang dikembangkan IPB. "Sekarang sedang diujicobakan, mudah-mudahan hasilnya baik dan akhirnya juga bisa kita sebar luas," pungkasnya.

Reporter: Khoirul Anwar
Sumber: jabar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top