Manajemen Perumda Tirta Pakuan mengimbau pelanggan di wilayah terdampak segera menampung air bersih selama aliran masih normal. Langkah ini menjadi cadangan kebutuhan rumah tangga selama proses perbaikan berlangsung.
Selain Katulampa, Baranangsiang, dan Sukaraja, wilayah lain yang terdampak meliputi Kelurahan Tanah Baru, Cimahpar, Ciparigi, Kedung Halang, dan Cibuluh. Perusahaan menyediakan layanan armada tangki air darurat yang bisa diakses melalui Call Center di nomor 0251-8324111 atau WhatsApp 08111182123.
Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan, Rino Indira Gusniawan, mengatakan pekerjaan ini bagian dari tahapan proyek pembangunan bendungan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane. “Proses teknis ini bertujuan mengoptimalkan volume air baku yang masuk agar tetap mencukupi kebutuhan warga selama musim kemarau,” ujar Rino, Senin (6/7/2026).
Langkah tersebut menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 1404/PB.02/BPBD tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan. Perumda Tirta Pakuan bergerak cepat mengamankan pasokan air bersih di tengah ancaman fenomena El Niño yang diprediksi memperpanjang musim kemarau.
Rino menjelaskan, pembangunan bendungan untuk memperkuat ketahanan pasokan air baku sepenuhnya menjadi kewenangan BBWS Ciliwung-Cisadane. Pekerjaan perbaikan dan koneksi pipa di Intake Pasir Angin yang dilakukan Perumda Tirta Pakuan merupakan bagian dari proyek tersebut.
Pihak Perumda Tirta Pakuan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan akibat pemeliharaan infrastruktur ini. “Selama proses pengerjaan berlangsung, Perumda Tirta Pakuan menginformasikan adanya potensi gangguan pengaliran air bersih,” jelas Rino.