Danantara Jadi Motor Ekspor Listrik 3,4 GW ke Singapura, Kawasan Industri Kendal Diperluas 1.000 Hektare

Penulis: Nasrul Hidayat  •  Selasa, 07 Juli 2026 | 09:53:01 WIB
CEO Danantara Rosan Roeslani memfinalisasi lokasi pembangunan pembangkit listrik 3,4 GW di kawasan BBK.

JAWA BARAT — Pemerintah memastikan proyek listrik ini akan dibangun di kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK). CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan saat ini timnya masih memfinalisasi lokasi pembangunan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan. Tahap pertama menargetkan kapasitas antara 600 megawatt hingga 1,2 GW, sebelum dikembangkan penuh menjadi 3,4 GW secara bertahap.

"Indonesia telah menunjuk Danantara untuk implementasi kerja sama perdagangan listrik lintas batas," kata Prabowo dalam konferensi pers bersama PM Lawrence Wong.

Kendal Industrial Park Penuh, Ekspansi 1.000 Hektare untuk Investasi Baru

Tak hanya sektor energi, kerja sama investasi juga menyentuh kawasan industri. Kendal Industrial Park (KIP) yang sudah mencapai kapasitas penuh akan diperluas hingga 1.000 hektare. Kawasan hasil joint venture antara Sembcorp dan Jababeka ini diharapkan menjadi pintu masuk investasi baru dan penciptaan lapangan kerja.

“Perluasan ini akan mendorong lebih banyak investasi, menciptakan lebih banyak lapangan kerja, serta mendukung pembangunan dan pertumbuhan Indonesia yang berkelanjutan,” ujar PM Wong.

Fasilitas Latihan Militer di Baturaja dan Siabu Diperluas

Di bidang pertahanan, kedua negara sepakat memperkuat kerja sama melalui pengembangan fasilitas latihan bersama antara Singapore Armed Forces (SAF) dan TNI. Dua lokasi yang tengah dijajaki adalah Baturaja dan kawasan latihan senjata udara Siabu di Riau. Wong menilai inisiatif ini akan memperdalam hubungan pertahanan yang telah lama terjalin serta memperkuat rasa saling percaya.

"Inisiatif tersebut akan membuka lebih banyak kesempatan bagi kedua angkatan bersenjata untuk berlatih bersama," kata Wong.

Singapura juga berkomitmen mendukung prioritas pembangunan Indonesia melalui program peningkatan kapasitas di sektor kesehatan dan teknologi pertanian.

Selat Malaka: Jalur Pelayaran Bebas untuk Semua Pihak

Prabowo dan Wong juga menegaskan sikap bersama menjaga Selat Malaka tetap aman, terbuka, dan dapat diakses oleh seluruh pengguna jalur pelayaran internasional. Kedua negara memandang kebebasan navigasi di selat tersebut sebagai syarat mutlak bagi kelancaran perdagangan global.

“Indonesia dan Singapura adalah negara yang berbatasan langsung di Selat Malaka. Kita berkepentingan untuk menjaga Selat Malaka sebagai jalur pelayaran yang bebas bagi semua pihak,” kata Prabowo.

Reporter: Nasrul Hidayat
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top