SUKABUMI — Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi, dr. Gatot Sugiharto, meminta seluruh kecamatan yang capaian penyaluran bantuan pangannya belum optimal untuk segera melakukan percepatan. Instruksi ini disampaikan menyusul hasil monitoring dan evaluasi (monev) yang menemukan adanya hambatan teknis dan administrasi di sejumlah wilayah.
Untuk mengatasi kendala di lapangan, dr. Gatot mendorong Perum Bulog untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa. Langkah ini dinilai krusial agar distribusi bantuan tidak tersendat dan bisa menjangkau penerima manfaat tepat waktu.
“Monitoring dan evaluasi yang dilakukan bersama bukan untuk mencari-cari kekurangan, melainkan sebagai bahan perbaikan bersama agar sistem penyaluran semakin sempurna,” ujar dr. Gatot Sugiharto kepada Radar Sukabumi pada Rabu (08/07).
Selain percepatan penyaluran, Kepala DKP juga menekankan pentingnya validasi data penerima bantuan. Menurutnya, akurasi data menjadi kunci utama agar bantuan tidak salah sasaran. Ia menginstruksikan agar segala kendala administrasi segera dituntaskan oleh pihak terkait.
“Seluruh proses penyaluran harus tetap memegang teguh prinsip akuntabilitas, transparansi, dan ketepatan sasaran. Administrasi yang tertib adalah kunci,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi menargetkan sisa kuota penyaluran bantuan pangan bisa rampung dalam waktu sesingkat-singkatnya. dr. Gatot berharap seluruh pemangku kepentingan bahu-membahu menyelesaikan target tersebut agar manfaat program bisa langsung dirasakan masyarakat.
“Mari kita jadikan hasil monitoring dan evaluasi ini sebagai bahan penyempurnaan pelaksanaan program bantuan pangan pada periode berikutnya. Kita ingin program ini berjalan semakin efektif, tertib administrasi, dan memberikan manfaat yang optimal bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.