SDN Kalimulya 1 Depok Gelar Workshop Kurikulum 2026–2027, Targetkan Pembelajaran Lebih Adaptif dan Inovatif

Penulis: Luthfi Hakim  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 23:16:01 WIB
Guru SDN Kalimulya 1 Depok mengikuti workshop penyusunan Kurikulum 2026–2027.

CILODONG — UPTD SDN Kalimulya 1 menggelar Workshop Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Tahun Ajaran 2026–2027 pada Rabu (8/7/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Bergerak Bersama, Berinovasi untuk Pendidikan yang Lebih Baik” ini dihadiri oleh Pengawas Pembina SD Kecamatan Cilodong, Dr. Sukamto, M.Pd., dan seluruh dewan guru.

Analisis Karakteristik Sekolah Jadi Titik Awal

Dalam pemaparannya, Sukamto menekankan bahwa penyusunan KSP tidak bisa dilakukan secara instan. Menurutnya, langkah pertama yang krusial adalah melakukan analisis karakteristik satuan pendidikan secara menyeluruh.

“Penting sekolah menyusun visi, misi, dan tujuan sekolah untuk empat tahun ke depan, penyelarasan logo sekolah beserta filosofinya, serta penyusunan tujuan sekolah yang terintegrasi dengan delapan profil lulusan,” ujar Sukamto. Ia menambahkan bahwa setiap tujuan yang ditetapkan harus dilengkapi dengan indikator keberhasilan yang terukur sebagai acuan pembelajaran selama satu tahun.

Analisis tersebut mencakup karakteristik murid, guru, tenaga kependidikan, kondisi sarana dan prasarana, hingga lingkungan sosial, budaya, dan kemitraan sekolah.

Struktur Kurikulum dan Muatan Lokal Dibahas

Materi workshop tidak hanya berhenti pada perumusan visi dan misi. Peserta juga mendalami pengorganisasian pembelajaran, penyusunan struktur kurikulum intrakurikuler yang mencakup mata pelajaran wajib dan seni, serta penguatan muatan lokal. Kebijakan Pemerintah Kota Depok terkait muatan lokal wajib dan pilihan turut menjadi bahan diskusi.

Kepala UPTD SDN Kalimulya 1, H. Nisar Salim, S.Pd., menyatakan bahwa workshop ini dirancang untuk menjawab kebutuhan sekolah akan kurikulum yang hidup, bukan sekadar dokumen administratif.

“Kami ingin membangun kurikulum yang dirancang sesuai dengan kebutuhan satuan pendidikan, mendorong lahirnya berbagai inovasi, memperkuat kerja sama tim yang kolaboratif, serta mewujudkan pembelajaran yang bermakna, efektif, dan berpusat pada peserta didik,” kata Nisar.

Target: Dokumen Kurikulum yang Adaptif dan Inovatif

Melalui workshop ini, SDN Kalimulya 1 menargetkan dokumen Kurikulum Satuan Pendidikan Tahun Ajaran 2026–2027 dapat menjadi pedoman penyelenggaraan pembelajaran yang adaptif dan inovatif. Sekolah berharap dokumen tersebut mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara berkelanjutan.

“Semangat bergerak bersama menjadi kunci untuk menghadirkan pendidikan yang lebih baik,” pungkas Nisar.

Reporter: Luthfi Hakim
Sumber: swarapendidikan.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top