CIAMIS — BPBD Kabupaten Ciamis bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih ke Desa Kawasen dan Desa Cibadak, Kecamatan Banjarsari. Total 15.000 liter air didistribusikan untuk melayani kebutuhan 785 jiwa dari 304 kepala keluarga yang terdampak kekeringan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis Ani Supiani mengatakan, pihaknya siap siaga mendistribusikan air bersih ke daerah-daerah yang mengalami krisis air. “15.000 liter air untuk Desa Kawasen dan Desa Cibadak di Kecamatan Banjarsari,” kata Ani Supiani di Ciamis, Sabtu.
Selain bantuan dari BPBD, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Ciamis turut menyediakan tempat penampungan air untuk memudahkan warga mengakses air bersih. Ani menyebutkan, di Desa Kawasen terdapat empat unit penampungan air yang disiapkan PDAM.
“Dari PDAM yang ada di Desa Kawasen ada empat (penampungan air),” ujar Ani.
Pemerintah Kabupaten Ciamis telah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan dan kebakaran lahan serta hutan. Status itu berlaku mulai 1 Juli hingga 30 September 2026. Seluruh jajaran pemkab diinstruksikan siaga memitigasi dampak kemarau.
Ani mengimbau masyarakat segera melapor ke pemerintah setempat jika mengalami kesulitan air bersih. Laporan itu akan ditindaklanjuti dengan distribusi air bersih ke lokasi terdampak.
BPBD Ciamis terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mempercepat pelayanan. Berdasarkan laporan BMKG, puncak musim kemarau tahun ini diperkirakan terjadi pada Agustus 2026.