JAWA BARAT — Penguatan IHSG terjadi di tengah volume transaksi yang cukup tinggi, mencapai 15,61 miliar lembar saham senilai Rp8,84 triliun dengan frekuensi 1,9 juta kali. Sebanyak 383 saham tercatat menghijau, sementara 252 saham melemah dan 330 saham stagnan.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengatakan bursa Asia dan IHSG bergerak seirama setelah laporan bahwa Presiden AS Donald Trump memberikan sinyal untuk melanjutkan negosiasi perdamaian dengan Iran. "Ini menjadi sinyal harapan setelah serangan militer di Teluk awal pekan ini," ujar Nico dalam keterangan resminya.
Ia menambahkan, langkah Iran yang disebut-sebut berupaya melakukan negosiasi turut membantu meredakan kekhawatiran investor tentang potensi gangguan pasokan minyak yang berkepanjangan dan tekanan inflasi global. Efeknya terlihat dari penguatan indeks Nikkei yang melesat 1,58% ke 68.814,00, Hang Seng naik 0,60%, dan Strait Times menguat 0,60%. Sementara Shanghai justru melemah 1,00% ke 3.911,16.
Dari dalam negeri, aktivitas pasar modal terbilang padat dengan enam perusahaan yang melangsungkan penawaran umum perdana (IPO) sepanjang pekan ini. Di sisi lain, Dana Moneter Internasional (IMF) dalam laporan World Economic Outlook Juli 2026 memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil di angka 5,0% pada 2026 dan 5,1% pada 2027—tidak berubah dari proyeksi April lalu.
"Proyeksi ini realistis di saat perlambatan melanda sejumlah negara di Asia maupun ekonomi besar dunia. Indonesia dinilai tangguh karena mampu bertahan di tengah tren perlambatan global," jelas Nico. Stabilitas proyeksi ini menjadi fondasi bagi investor untuk tetap optimistis terhadap prospek pasar domestik dalam jangka menengah.
Secara sektoral, tujuh dari sebelas indeks sektoral IDX-IC ditutup di zona hijau. Sektor energi menjadi pemimpin dengan kenaikan 0,97%, disusul sektor barang baku dan properti yang masing-masing naik 0,56%. Sebaliknya, sektor industri menjadi yang terlemah dengan koreksi 0,67%, diikuti sektor infrastruktur yang turun 0,58% dan sektor kesehatan yang melemah 0,48%.
Adapun saham-saham dengan penguatan harga terbesar meliputi PRDL, RANS, BKPD, KONI, dan KOKA. Sedangkan saham yang mengalami tekanan jual terbesar adalah JELI, BAPA, JECX, SKBM, dan HATM.
Indeks LQ45 yang mewakili 45 saham unggulan turut naik 1,88 poin (0,32%) ke posisi 589,25. Meski penguatan terbatas, pergerakan ini menunjukkan bahwa investor mulai kembali melirik saham-saham berkapitalisasi besar setelah periode volatilitas akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Ke depan, Nico mengingatkan bahwa keberlanjutan tren penguatan IHSG masih akan bergantung pada perkembangan data ekonomi global, arah kebijakan bank sentral utama, serta dinamika geopolitik yang tetap berpotensi memengaruhi aliran modal ke pasar keuangan domestik.