Weton yang Perlu Ekstra Hati-hati Menurut Primbon Jawa, Apa Sebabnya?

Penulis: Redaksi  •  Senin, 13 Juli 2026 | 22:45:54 WIB

Selain membahas weton yang dipercaya membawa keberuntungan, primbon Jawa juga mengenal weton yang disebut perlu disikapi dengan lebih hati-hati. Bukan berarti buruk, melainkan dipercaya memiliki tantangan tersendiri yang perlu disiasati pemiliknya.

Kepercayaan ini banyak beredar di kalangan masyarakat Sunda dan Jawa yang masih memegang tradisi primbon sebagai bagian dari kearifan lokal, terutama di wilayah Jawa Barat.

Para tetua biasanya menekankan bahwa weton "berat" bukan berarti nasib buruk, melainkan pengingat agar pemiliknya lebih waspada, sabar, dan banyak berikhtiar dalam menjalani hidup.

Weton yang Sering Disebut Perlu Kehati-hatian

Menurut sejumlah versi primbon, weton dengan neptu ganjil rendah seperti Selasa Wage dipercaya memiliki tantangan lebih besar dalam hal kesabaran dan pengendalian emosi, sehingga pemiliknya disarankan lebih banyak introspeksi.

Weton Rabu Wage dan Minggu Pon juga kerap disebut sebagai weton yang perlu ekstra hati-hati dalam pergaulan, karena dipercaya rawan menghadapi gesekan dengan orang lain jika tidak pandai mengelola sikap.

Meski begitu, dalam primbon juga diyakini bahwa setiap weton memiliki penyeimbang, misalnya lewat sikap sabar, banyak bersedekah, atau menjaga silaturahmi, yang dipercaya dapat meredam sisi "berat" tersebut.

Cara Tradisional Menyikapi Weton yang Dianggap Berat

  • Membiasakan sikap sabar dan tidak mudah terpancing emosi
  • Memperbanyak silaturahmi dan menjaga hubungan baik dengan sesama
  • Rutin bersedekah sebagai bentuk penyeimbang menurut tradisi
  • Menjaga ucapan dan sikap dalam berinteraksi sosial

Kepercayaan seputar weton berat ini tetap menjadi bagian dari tradisi lisan yang hidup di masyarakat, dengan pesan moral yang sama: pentingnya menjaga sikap dan terus berbenah diri, terlepas dari weton yang dimiliki seseorang.

Reporter: Redaksi
Back to top