BANDUNG — Sebanyak 364 satuan pendidikan di Jawa Barat kini mendapat tambahan tenaga pengajar dari kalangan mahasiswa. Mereka adalah peserta program Probidik Gema Jabar yang diluncurkan Pemprov Jabar bersama UPI, Senin (13/1/2026).
Ratusan mahasiswa tersebut akan mengajar di 230 SMA, 116 SMK, dan 18 Sekolah Luar Biasa (SLB). Selama menjalani praktik mengajar, pengalaman lapangan yang mereka peroleh disetarakan dengan 20 Satuan Kredit Semester (SKS).
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menekankan program ini bukan hanya soal mentransfer ilmu. Menurutnya, seorang pendidik harus mampu memahami kondisi masyarakat tempat ia mengabdi.
"Ini kesempatan bagi kalian mahasiswa selama enam bulan untuk menekuni program pembelajaran sekaligus belajar secara langsung. Sebab saat mengajar bukan saja keahlian akademik yang dipraktikkan, tetapi juga untuk memupuk soal rasa saat mengajar kepada anak didiknya," ujar Dedi saat berdialog dengan para mahasiswa.
Dedi meminta para mahasiswa memanfaatkan penugasan ini untuk mengenal Jawa Barat secara lebih utuh. Ia menilai kebutuhan guru berkualitas tidak hanya ada di kota besar, tetapi juga di perdesaan dan daerah terpencil.
"Harus mengenal Jabar bukan Kota Bandung saja. Jabar itu luas sehingga tahu bahwa yang perlu dicerdaskan itu juga berada di perdesaan dan perkampungan. Jika nanti lulus dan menjadi guru, jangan lupa untuk kembali lagi ke sekolah yang pernah diajarnya," kata Dedi.
Selama mengajar, para mahasiswa tidak berjalan sendiri. Mereka mendapat pendampingan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) UPI dan guru pamong di sekolah masing-masing. Pendampingan ini bertujuan memastikan proses pembelajaran berjalan optimal sekaligus memberi pengalaman profesional sebelum mereka benar-benar menjadi pendidik.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto mengatakan program ini merupakan bentuk kolaborasi pemerintah daerah dan perguruan tinggi. Kehadiran mahasiswa diharapkan membantu mengoptimalkan kegiatan belajar mengajar, terutama di sekolah yang masih kekurangan guru.
Program ini mendapat sambutan positif dari peserta. Andika Darmawan, mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Mesin UPI, menilai Probidik Gema Jabar menjadi kesempatan berharga. Ia mengaku siap menjadi bagian dari solusi atas potensi kekurangan guru akibat banyaknya tenaga pendidik yang memasuki masa pensiun.
"Programnya sangat bagus buat kami, sangat membantu. Apalagi ke depan akan banyak guru yang pensiun dan saya siap meneruskan sebagai penggantinya," ujar Andika.
Hal senada disampaikan Regina, mahasiswi UPI yang ditempatkan di SMK 28 Bandung. Ia berharap pengalaman enam bulan ke depan bisa menjadi bekal sebelum benar-benar terjun sebagai guru profesional.
Melalui Probidik Gema Jabar, Pemprov Jawa Barat dan UPI menargetkan lahirnya calon-calon guru yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kesiapan mengabdi di seluruh wilayah Jawa Barat, termasuk daerah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan tenaga pendidik.