30 Disabilitas di Cimenyan Bandung Ikuti Pelatihan Dekorasi Kue, Target Ciptakan Lapangan Kerja Mandiri

Penulis: Nasrul Hidayat  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 18:07:31 WIB
penyandang disabilitas mengikuti pelatihan dekorasi kue di Cimenyan, Bandung, pada Selasa (14/7/2026).

BANDUNG — Pelatihan dekorasi kue bagi penyandang disabilitas digelar di Bojongkoneng Atas, Cimenyan, Kabupaten Bandung, Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini diikuti 30 peserta dan merupakan kerja sama antara Aliansi Perempuan Disabilitas dan Lansia dengan Kementerian Tenaga Kerja RI serta Baznas RI.

Program ini dirancang untuk menciptakan lapangan kerja bagi warga disabilitas. Selain memberikan keterampilan teknis menghias kue, pelatihan juga diarahkan untuk menumbuhkan kemandirian ekonomi peserta.

Keterampilan Dekorasi Kue untuk Kemandirian Ekonomi

Para peserta mendapatkan materi praktik langsung teknik dekorasi kue, mulai dari penggunaan piping bag hingga pembuatan ornamen dari fondant. Pelatihan ini diharapkan menjadi modal awal bagi peserta untuk memulai usaha mikro di bidang kuliner.

“Kami tidak hanya mengajarkan teknik menghias, tetapi juga membangun kepercayaan diri peserta untuk terjun ke dunia usaha,” ujar perwakilan penyelenggara. Materi kewirausahaan juga disisipkan dalam sesi pelatihan agar peserta memahami cara mengelola usaha kecil-kecilan.

Kolaborasi Lintas Lembaga untuk Disabilitas

Kementerian Tenaga Kerja RI dan Baznas RI terlibat dalam pendanaan dan penyediaan instruktur. Aliansi Perempuan Disabilitas dan Lansia bertindak sebagai fasilitator yang menjaring peserta dari wilayah Cimenyan dan sekitarnya.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dan lembaga sosial untuk memperluas akses pelatihan vokasi bagi kelompok rentan. Selama ini, penyandang disabilitas kerap menghadapi keterbatasan akses terhadap program pengembangan keterampilan.

30 Peserta Siap Praktikkan Hasil Pelatihan

Setelah mengikuti rangkaian pelatihan, peserta diharapkan mampu memproduksi kue hias secara mandiri. Beberapa peserta bahkan sudah menyatakan minat untuk membuka usaha kecil dari rumah.

“Ini pertama kalinya saya belajar dekorasi kue. Saya ingin mencoba menjual kue ulang tahun ke tetangga,” kata salah satu peserta. Antusiasme serupa terlihat dari peserta lain yang langsung berdiskusi tentang harga jual dan bahan baku setelah sesi praktik usai.

Program pelatihan serupa direncanakan berlanjut di kecamatan lain di Kabupaten Bandung. Penyelenggara masih mengevaluasi kebutuhan jenis keterampilan lain yang diminati peserta disabilitas di wilayah tersebut.

Reporter: Nasrul Hidayat
Sumber: jabar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top