BANDUNG — PIHPS mencatat pergerakan harga sembilan bahan pokok di Jawa Barat pada pertengahan Juli 2026 cukup bervariasi. Dari total 31 komoditas yang dipantau, sebanyak 15 komoditas mengalami penurunan harga, sementara 16 lainnya mencatatkan kenaikan. Daging sapi kualitas 2 menjadi salah satu komoditas dengan tren kenaikan bulanan, meskipun hariannya stagnan.
Penurunan harga terdalam terjadi pada komoditas cabai. Cabai merah besar tercatat turun 38,28 persen dalam sebulan terakhir menjadi Rp48,45 ribu per kilogram. Cabai merah keriting juga ambles 36,65 persen ke level Rp40,8 ribu per kilogram. Kondisi serupa dialami cabai rawit merah yang turun 29,72 persen menjadi Rp55,8 ribu per kilogram.
Bawang merah ukuran sedang juga mengalami tekanan harga signifikan. Komoditas ini turun 24,22 persen dalam sebulan terakhir, dari posisi sebelumnya menjadi Rp43,65 ribu per kilogram. Penurunan ini sejalan dengan tren panen raya di sejumlah sentra produksi di Jawa Barat.
Berbeda dengan kualitas 2, harga daging sapi kualitas 1 di pasar tradisional Jawa Barat justru mencatatkan penurunan 0,1 persen menjadi Rp157,5 ribu per kilogram. Sementara itu, harga daging sapi secara umum (gabungan kualitas) tercatat Rp153,2 ribu per kilogram, naik 0,13 persen dari bulan sebelumnya.
Secara historis, data PIHPS menunjukkan kenaikan tertinggi harga daging sapi kualitas 2 pernah terjadi pada Mei 2021, yakni melonjak 12,5 persen. Sebaliknya, penurunan terdalam tercatat pada Juni 2019 yang mencapai minus 7,69 persen. Dalam setahun terakhir (Juli 2025-Juli 2026), harga komoditas ini relatif bergerak datar.
Untuk komoditas pokok lainnya, beras kualitas medium I tercatat Rp15,45 ribu per kilogram, naik 0,65 persen dalam sebulan. Beras kualitas super I dibanderol Rp17,15 ribu per kilogram, sementara beras kualitas bawah II berada di Rp13,65 ribu. Minyak goreng curah justru turun 4,04 persen menjadi Rp21,35 ribu per kilogram. Sedangkan minyak goreng kemasan bermerk 1 naik tipis 0,21 persen ke Rp23,35 ribu.
Bawang putih ukuran sedang menjadi satu-satunya komoditas dengan kenaikan harga paling tajam, yakni 13,44 persen menjadi Rp42,2 ribu per kilogram. Kenaikan ini berbanding terbalik dengan bawang merah yang justru anjlok. Data PIHPS ini diperbarui setiap hari kerja dan dapat diakses publik melalui portal resmi Bank Indonesia di bi.go.id/hargapangan.