BANDUNG — Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendorong pemkot dan pemkab di Jawa Barat untuk meningkatkan pemantauan harga pangan secara berkala. Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Bapanas, Hermawan, menegaskan bahwa koordinasi pusat-daerah menjadi kunci agar langkah stabilisasi berjalan cepat dan tepat sasaran.
“Penguatan koordinasi menjadi faktor penting untuk memastikan keseimbangan harga di seluruh rantai pasok sekaligus menjaga inflasi pangan tetap terkendali,” ujar Hermawan dalam keterangan yang diterima di Bandung, belum lama ini.
Harga Anjlok di Petani Juga Jadi Sorotan
Hermawan menjelaskan bahwa pengendalian inflasi tidak hanya fokus pada harga mahal di konsumen. Pemerintah daerah juga wajib turun tangan ketika harga di tingkat produsen—petani dan peternak—jatuh di bawah harga acuan.
“Pengendalian inflasi tidak hanya dilakukan ketika harga terlalu tinggi di tingkat konsumen, tetapi pemerintah juga harus hadir ketika harga di tingkat produsen jatuh terlalu rendah,” kata dia.
Intervensi harus segera dilakukan jika harga komoditas berada di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) atau Harga Acuan Pembelian (HAP) di tingkat produsen. Sebaliknya, tindakan juga diperlukan ketika harga melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) di konsumen.
Tiga Tugas Utama Pemda: Stok, Distribusi, dan Satgas
Untuk mendukung stabilitas pangan, Bapanas meminta pemerintah daerah melakukan tiga langkah konkret. Pertama, pemantauan stok dan harga secara rutin agar potensi gejolak bisa dideteksi lebih awal.
Kedua, memastikan distribusi logistik berjalan lancar tanpa hambatan di jalur utama maupun daerah. Ketiga, memperkuat pengawasan bersama Satgas Pangan terhadap potensi penimbunan yang bisa memicu lonjakan harga.
Data harga dan pasokan yang akurat dari daerah juga harus segera disampaikan ke pusat sebagai dasar pengambilan kebijakan. Hal ini dinilai krusial agar langkah stabilisasi tidak terlambat.
Mentan: Petani dan Konsumen Harus Diuntungkan Bersama
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa stabilitas pangan hanya bisa tercapai jika seluruh pelaku rantai pasok mendapat manfaat seimbang. Petani dan peternak harus mendapatkan harga layak agar tetap berproduksi, sementara masyarakat harus memperoleh pangan dengan harga terjangkau.
Amran menyebut pasokan sejumlah komoditas strategis seperti beras, jagung, gula konsumsi, bawang, telur, dan daging saat ini dalam kondisi aman. Tantangan ke depan adalah memastikan harga komoditas-komoditas itu tetap stabil di tingkat produsen maupun konsumen di seluruh wilayah Jawa Barat.