Pencarian

Pemerintah Siapkan 100 Ribu Pompa dan Perbaiki 900 Ribu Hektare Irigasi Antisipasi Gagal Panen Akibat Super El Nino

Rabu, 29 Juli 2026 • 08:45:01 WIB
Pemerintah Siapkan 100 Ribu Pompa dan Perbaiki 900 Ribu Hektare Irigasi Antisipasi Gagal Panen Akibat Super El Nino
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan strategi mitigasi menghadapi super El Nino usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/7).

JAWA BARAT — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan ancaman gagal panen akibat super El Nino hanya bersifat sporadis dan tidak akan mengganggu pasokan pangan nasional. Pernyataan itu disampaikan usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Selasa (28/7), yang membahas strategi mitigasi menghadapi musim kering.

"Mungkin ada kecil-kecil (potensi gagal panen akibat El Nino), tapi itu tidak akan berpengaruh pada stok nasional," ujar Amran.

Strategi Antisipasi: Pompanisasi hingga Optimalisasi Lahan Rawa

Pemerintah menggelontorkan sejumlah langkah konkret untuk mengamankan produksi pangan. Pengalaman menghadapi El Nino pada 2023-2024 menjadi acuan penyusunan strategi kali ini.

Amran merinci beberapa langkah utama yang telah dan sedang dijalankan:

  • Pompanisasi masif: Sebanyak 100 ribu unit pompa air telah disebar ke seluruh Indonesia untuk mengairi lahan pertanian yang kekeringan.
  • Perbaikan irigasi: Jaringan irigasi seluas sekitar 900 ribu hektare tengah diperbaiki untuk memastikan distribusi air optimal.
  • Optimalisasi lahan rawa: Sekitar 800 ribu hektare lahan rawa dioptimalkan karena justru lebih produktif saat kemarau ketika permukaan air surut.
  • Penyiapan benih dan infrastruktur: Pemerintah menyiapkan benih tahan kekeringan, membuka lebih dari 200 ribu hektare sawah baru, serta membangun embung, sumur dangkal, dan sumur dalam.

Cadangan Beras 5,2 Juta Ton dan Stok Pangan Aman

Amran menegaskan stok pangan nasional dalam kondisi aman untuk menghadapi potensi El Nino yang berkepanjangan. Ia menyebutkan cadangan beras pemerintah yang tersimpan di Bulog mencapai sekitar 5,2 juta ton.

"Sekarang persiapan kita stok pangan kita aman. Standing crop nilainya itu kurang lebih 10-11 juta ton," ujar Amran, merujuk pada tanaman padi yang masih di lahan.

Dengan total pasokan tersebut, pemerintah memperkirakan kebutuhan pangan nasional tetap tercukupi hingga panen raya pada Maret tahun depan. Amran optimistis kondisi ini tidak akan memicu lonjakan harga bahan pokok karena cadangan beras siap diintervensi ke pasar jika diperlukan.

Cuaca Masih Dinamis, Pemerintah Siapkan Opsi Modifikasi Cuaca

Meski El Nino diprediksi menguat, Amran mencatat cuaca masih dinamis. Ia mengungkapkan bahwa prediksi awal kekeringan pada April ternyata diikuti hujan lebat di sejumlah wilayah hingga Juni.

"Dulu awalnya katanya bulan empat (April), ternyata banjir. Bulan lima (Mei) banjir lagi, bulan enam (Juni) banjir lagi," jelasnya.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menambahkan, pemerintah akan memastikan pengelolaan sumber daya air secara efisien untuk kebutuhan rumah tangga dan irigasi. Jika diperlukan, pemerintah membuka opsi melakukan operasi modifikasi cuaca bekerja sama dengan BMKG untuk menjaga debit air waduk dan danau.

"Kita harus mengantisipasi jika memang sangat diperlukan, tentu kita berkoordinasi dengan BMKG misalnya untuk melakukan operasi modifikasi cuaca," ujar AHY.

Pemerintah juga akan memperkuat mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk menjaga kelembapan lahan gambut agar titik api tidak meluas selama musim kering.

Follow bumipasundan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks